Orang Nomor 1 di Klub, Roman Abramovich terpaksa menjual Chelsea pada awal Maret 2022 karena imbas invasi Rusia ke Ukraina. Ia melakukannya untuk melindungi kesebelasan tersebut dari sanksi pemerintah Inggris.

Kekhawatiran Roman Abramovich ternyata terbukti karena pemerintah Inggris belum lama ini membekukan aset Chelsea setelah mengumumkan penjualan klub dan aset lainnya. Hukuman tersebut dijatuhkan lantaran ia dilaporkan punya hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Chelsea kini sedang mencari pemilik baru usai Roman Abramovich, memutuskan menjualnya. Legenda The Blues John Terry, tertarik untuk membeli saham 10 persen klub tersebut.

Minat legenda hidup, John Terry tersebut karena mau melindungi dan membangun Chelsea. Ia enggan klub asal London Barat tersebut kehilangan jati dirinya saat dipegang pemilik baru yang masih belum mengenali klub.

Dalam membeli saham, Terry bergabung dengan konsorsium True Blues. Selain sosok berusia 41 tersebut himpunan itu terdiri dari mantan pemain wanita Chelsea Claire Rafferty, pengusaha, dan fans.

Setelah pembelian, konsorsium True Blues akan memilih satu perwakilan untuk duduk di dewan Chelsea. Orang tersebut yang menjadi penghubung dengan pemilik baru.

"Chelsea telah menjadi bagian penting dalam hidup saya selama 22 tahun. Saya ingin melihat sejarah dan warisan klub dilindungi saat kita memasuki era baru dengan orang-orang yang berpikiran sama yang memiliki visi jangka panjang yang sama untuk membangun klub sepakbola terbaik di dunia,” tulis Terry, dalam akun Twitter miliknya.

“Setelah bertemu dan mendengar tentang apa itu konsorsium True Blues, saya tahu mereka sepemahaman."

"Mereka adalah sekelompok penggemar super fanatik Chelsea dan pemegang tiket musiman yang telah menciptakan konsep yang akan membantu setiap petinggi yang menjalankan klub. Mereka membangun koneksi antar penggemar serta keterlibatan dengan dewan.”

YOUR REACTION?

Facebook Conversations