Oleh: Linda Khadeeja

Wahai sahabatku, sebelum Islam hadir wanita tidak mendapatkan tempat yang mulia. Wanita diibaratkan sama dengan barang dagangan dan bahkan sangat hina sekali.

Sebagaimana pernah terjadi ketika seorang wanita suaminya meninggal. Maka dia harus membakar dirinya hidup-hidup. 

Selain itu wanita juga tidak mendapatkan hak warisnya. Beberapa orang ada yang bertanya. 

Sebenarnya wanita itu makhluk apa ya? Apakah dia makhluk fisik dan ada ruhnya? Ruhnya jenis apa ya?

Setelah Islam hadir kaum wanita mendapatkan posisi yang mulia sesuai dengan fitrahnya. Maka, hari ini sebagai wanita harus bersyukur pada Allah bahwa dengan Islam ini kita dimuliakan-Nya. 

Kita sama-sama berpeluang besar mendapat cinta dan surga-Nya Allah dengan beriman & beramal sholeh sebagaimana kaum laki-laki. 

Dalam Islam kita diberikan ruang untuk menuntut ilmu dan berpenghasilan sendiri sebagaimana kaum laki-laki. Dan Allah juga memberikan kita kesempatan untuk berkiprah dalam da’wah dan social sesuai ruang lingkup kita. 

Hari ini semakin tidak jelas ketika wanita menuntut disejajarkan dengan kaum laki-laki dalam berbagai hal. Islam memposisikan wanita telah sesuai dengan kodrat penciptaannya. 

Memang benar laki-laki dan wanita punya kesamaan yaitu sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah. 

Tapi masing-masing memiliki peran dan tujuan penciptaan yang berbeda. Untuk  saling melengkapi satu dengan yang lain dalam mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi ini. 

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. An Nisa:34

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Maka, wanita yang dibawah payung Islam itu senantiasa taat kepada Allah, dan taat kepada suaminya. Serta bekerja sama dengan suaminya tolong menolong dalam kebaikan dalam kehidupan.

Juga Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Berbuat baiklah pada para wanita. Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk. Yang namanya tulang rusuk, bagian atasnya itu bengkok. Jika engkau mencoba untuk meluruskannya (dengan kasar), engkau akan mematahkannya. Jika engkau membiarkannya, tetap saja tulang tersebut bengkok. Berbuat baiklah pada para wanita.” (HR. Bukhari, no. 3331 dan Muslim, no. 1468)

Ya wanita itu diciptakan oleh Allah dari tulang rusuk. Allah letakkan di tengah-tengah dan sifatnya bengkok. Dia bukan tulang kaki yang bisa diinjak-injak. Bukan juga kepala yang harus berada di atas. 

Maka filosofi yang sangat pas ketika wanita diibaratkan sebagai tulang rusuk. Dan pesan Nabi juga sangat jelas ketika kalian para lelaki mencoba meluruskannya pasti ia akan patah dan jika dibiarkan terus ia akan tetap bengkok. 

Maka, inilah yang membuat laki-laki kadang serba salah dalam bersikap menghadapi wanita. Di luruskan patah, dibiarkan tetap bengkok. 

Islam memberikan panduan yang sangat jelas bahwa mulianya seorang wanita ketika tepat pada posisinya. 

Coba bayangkan misalnya jika ada orang yang ahli ilmu di tempatkan di posisi yang rendah dimasyarakatnya pasti tidak pas. 

Begitu pula misalnya orang yang tak memiliki ilmu dan kapasitas kepemiminan ia diletakkan pada posisi presiden. 

Pastilah itu sangat menyiksanya bukan?

Orang itu sangat nikmat dan bahagia jika diletakkan sesuai posisinya. Bukan masalah tinggi-tinggian. Menang-menangan. 

Tapi wanita akan lebih bahagia jika dia diletakkan pada tempatnya. Islam memberikan panduan bukan untuk menyiksa ataupun membatasi. 

Islam memberikan aturan agar bisa bersinergi untuk kemaslahatan bersama antara laki-laki dan wanita. Karena memang keduanya punya tugas yang berbeda. 

Sebab dalam Islam wanita adalah saudara kandung laki-laki.Begitulah indahnya Islam mengatur posisi wanita.

Maka, berterimakasihlah pada Allah, pada Islam yang telah memuliakanmu wahai sahabatku. 

Dan jadikan hatimu ridho dan tunduk pada Allah dengan aturan-Nya. Apapun yang berasal dari Allah, pastilah itu untuk kebaikanmu. Untuk hari ini, esok dan yang akan datang. Bersegeralah..wahai sahabatku., untuk menyambut seruan Allah dengan Al Islam ini. 

Jadikan dirimu wanita yang mulia. Di hadapan Allah dan Rasul-Nya. 

Nabi pernah ditanya oleh sahabat: 

“Wahai Rasulullah, wanita yang bagaimana yang paling baik?“

Maka beliau menjawab: 

”Wanita yang menyenangkan hati ketika dilihat oleh (suami), taat jika diperintah dan tidak menyelisihi pada sesuatu yang ia benci terjadi pada dirinya (istri) dan harta suaminya” (HR. Ahmad)

"Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).

Wallahu’alam bish-showab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations