Oleh: Aam Amelia, Ibu Rumah Tangga
Papua kembali membara, kini wamena, satu - satunya kota terbesar yang terletak di pegunungan tengah Papua yang terdampak. Ratusan rumah, kantor pèmerintahan, hingga sarana umum dihancurkan dan dibakar.
Foto: Beritagar

Warga pendatang diburu, ditangkap dan diperlakukan bak hewan. Mereka dibacok, dikampak bahkan dibakar hidup-hidup. Puluhan warga tewas menjadi korbannya sedang ribuan warga lainnya terpaksa mengungsi demi menyelamatkan jiwa mereka.

Konflik di Papua ini bukan baru pertama kali terjadi, berulang kali bahkan. Jika saja pemerintah mau serius menangani konflik ini niscaya kejadian ini tidak akan terjadi. Isu rasisme yang seharusnya sudah selesai kembali disulut dan meluas ke isu yang lainnya, kesenjangan ekonomi antara OAP (orang asli papua) dan pendatang, keberpihakan aparat yang pilih kasih menjadi sekian banyak isu yang sengaja digoreng dan jadi pemicu konflik disana.

Alih-alih menghentikan konflik, pemerintah malah terkesan setengah hati mengurusi permasalahan yang terjadi di Papua. Upaya yang dilakukan hanya sebatas membungkam tanpa mnyelesaikan permasalahan hingga ke akarnya. Akhirnya ibarat api dalam sekam lama kelamaan membakar habis semua sekam yang ada. Dan meletuslah kerusuhan pada 23 september 2019 lalu.

BACA JUGA:

Jika kita amati, Papua sejak masa penjajahan dulu memang menjadi rebutan Belanda dan Amerika dikarenakan sumber daya alamnya yang melimpah. Namun bisa kembali menjadi bagian Indonesia berkat referendum yang digelar yang membebaskan rakyat Papua untuk memilih bergabung dengan Belanda atau kembali kepangkuan Indonesia. Hasilnya rakyat Papua memilih kembali menjadi bagian Indonesia dan Belanda harus melepaskan Papua dari cengkramannya.

Sejak saat itulah negara asing yang masih tidak rela melepaskan Papua barat ke pangkuan Indonesia melakukan upaya-upaya makar untuk mewujudkan cita-cita mereka menguasai Papua sepenuhnya. Berbagai konflik sengaja diciptakan antara OPM dan aparat TNI, polisi bahkan warga pendatang melalui isu rasial dan pemisahan. Semua upaya ini intens dilakukan dan berbuah kerusuhan yang memakan korban jiwa.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations