Oleh: Lilik Yani (Ibu Generasi Pejuang)
Keyakinan yang kuat bahwa ada Allah Sang Penjaga terbaik, menjadikan diri orang beriman akan lebih tenang. Jika yakin segala sesuatu itu baru terjadi atas izin Allah. Mengapa tidak menyerahkan segala yang dikhawatirkan pada Sang Hafidz?
Freepik.com

Keputusan pemerintah daerah dan kota untuk meliburkan anak-anak sekolah selama dua pekan, untuk mencegah penularan virus Corona yang sudah dikategorikan pandemik. Antara suka dan bahagia, tapi tetap harus waspada. Karena si makhluk kecil Corona tak tampak oleh mata, tak bisa dialihkan dengan tangan biasa. Sekolah diliburkan, dengan harapan bisa memutus mata rantai tersebarnya virus.

Bagi emak yang anaknya sekolah di luar kota, sedang menuntut ilmu di pondok pesantren, jangan bersedih. Walau hati ingin sekali mengajaknya pulang karena melihat suasana genting kali ini. Tapi tenanglah. InsyaAllah anak-anak aman di sana. Seperti kisah temanku ini. Memiliki tiga anak, salah satunya sedang belajar di pondok jauh dari rumahnya. Pondoknya melarang santrinya pulang dalam kondisi negeri sedang dalam ujian pandemik virus Corona seperti ini. 

Orangtua diminta kesabaran dan kerjasamanya, agar tidak mengunjungi anak dulu. Bahkan ada statement agak keras, jika ada orangtua yang hendak mengajak anaknya pulang berarti dianggap keluar dari pondok dan tidak boleh kembali lagi. Mungkin yang dimaksud agar isolasi berjalan baik. Jadi anak-anak yang sudah berada di dalam pondok, tidak boleh keluar. Dan orangtua yang ada di luar pondok tidak boleh masuk. Dikhawatirkan ada yang membawa atau terinfeksi virus Covid-19 dan menularkan ke warga pondok, termasuk anak-anak sholihah yang sedang berjuang mempelajari ilmu Allah itu.

Ya, Corona menjadikan mereka dikarantina, tidak bisa interaksi langsung dengan dunia luar yang tak menjamin keamanannya. Jadi emak dan keluarga dimohon agar bersabar dulu sementara. Hingga kondisi aman dan terkendali. Sambil terus memperbanyak berdoa agar anak-anak di mana pun berada selalu dalam lindungan Allah yang Mahakuasa.

Kalau sudah begitu, biarlah emak fokus mendidik anak-anak yang di rumah saja. Dua anak yang di rumah juga memerlukan perhatiannya. Mereka libur sekolah, tapi banyak materi pelajaran dan tugas yang harus dikerjakannya. Maka bimbingan dan motivasi emak sangat diperlukan buat mereka.

Serahkan anak pertama yang di pondok itu pada para Ustadzah yang sudah kompeten menjaga dan membimbing anak-anak. InsyaAllah aman dan baik-baik saja. Buktinya satu pekan sekali saat diberi kesempatan telepon orangtua, suara anak tampak semangat luar biasa. Ia juga cerita kalau di pondok aman terkendali dan tetap belajar seperti biasa. Saling mendoakan saja, semoga Allah al Hafidz selalu menjaga dan melindungi kita semua. 

"Assalamualaikum, Ummi, Abi bagaimana kabarnya?" terdengar suara bening sang kakak dari balik gawai yang terpampang wajah cantiknya. 



YOUR REACTION?

Facebook Conversations