Oleh: Doni Riw
Hari ini kita telah sampai pada momentum persatuan ummah.
Foto: Cineam.com

Semangat ukhuwah begitu membuncah. Tak hanya antar pribadi, tapi juga antar jamaah, antar harokah.

Setelah semangat ukhuwah menggelora, belum tentu mudah untuk menjalaninya. Selama keakuan masih mengakar di dada.

Jika menyatukan dua pribadi dalam satu pernikahan saja perlu saling memahami, apa lagi menyatukan beragam harokah.

Jika menghadapi istri saja perlu bersabar, apa lagi menghadapi saudara muslim yang beda madzhab.

Karenanya, ukhuwah perlu ilmu. Pertama adalah ilmu tentang sunatullah khilafiah.

Bahwa perbedaan ijtihad dari para mujtahid itu adalah kepastian yang telah Allah tetapkan.

BACA JUGA:

Kita wajib yakin bahwa ijtihad imam atau ulama madzhab yang kita ikuti itu adalag ijtihad yang paling benar. Tetapi di saat yang bersamaan kita juga wajib sadar, bahwa ada kemungkinan salah di dalamnya.

Pun begitu pada ijtihad saudara kita yang bebeda kita memang yakin kurang tepat. Tetapi ada kemungkinan benar di dalamnya.

Setelah kita paham hakikat khilafiah, maka kita butuh ilmu ke dua, yaitu ilmu hati, menata kesabaran dalam menghadapi perbedaan.

Tetapi menerima perbedaan ijtihadiyah itu tidak sama dengan menerima kemungkaran.

Ketika kita harus menerima khilafiah, di saat yang sama kita juga harus mampu mendeteksi pemikiran kufur yang sengaja dijejalkan para kafirin untuk merusak aqidah ummat Islam.

Mungkin perihal ini perlu kita detailkan di tulisan tersendiri. Insya Allah.


Jogja 61019

IG & Twiter @doniriw

t.me/doniriw_channel

fb.me/doniriwchannel

Foto: Cineam.com

YOUR REACTION?

Facebook Conversations