Jika mengikuti standar WHO (World Health Organization), new normal bisa diterapkan bila kasus tidak bertambah. Sementara di Indonesia, pasien Covid-19 belum juga menujukkan penurunan namun sudah berani menerapkan new normal dengan alasan demi pertumbuhan ekonomi.

Pancasila dan Islam Adalah Dua Hal yang Berbeda

Pancasila adalah sekumpulan falsafah bangsa Indonesia yang digali dari akar budaya dan adat istiadat masyarakat yang kemudian dijadikan dasar negara. Ini berarti Pancasila lahir dari akal manusia yang terbatas. Sementara Islam adalah agama paripurna yang diturunkan oleh Allah Swt. Tuhan Semesta Alam dimana di dalamnya terdapat aturan kehidupan. Dari sini jelas perbedaannya antara Pancasila dan syari'at yang berasal dari Islam.

New Normal Lebih Berpihak pada Kapitalis

Saat ini pemerintah masih kebingungan dalam menangani wabah Covid-19. Ini terlihat dari kebijakan yang dikeluarkan cenderung meraba-raba. Awalnya pemerintah mengambil langkah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), namun terbukti tidak efektif. Kini diubah menjadi new normal yang ternyata banyak para pakar dan ahli kontra terhadap kebijakan ini karena dinilai berpotensi menambah lebih banyak lagi kasus Covid-19.

Jika mengikuti standar WHO (World Health Organization), new normal bisa diterapkan bila kasus tidak bertambah. Sementara di Indonesia, pasien Covid-19 belum juga menujukkan penurunan namun sudah berani menerapkan new normal dengan alasan demi pertumbuhan ekonomi. Ini terlihat yang disasar adalah pembukaan sektor pariwisata karena sektor ini adalah salah satu penyokong ekonomi negara.

Selain itu, ada beberapa sektor pariwisata yang dikelola oleh swasta. Tentu bila pariwisata tidak segera dibuka, para pengelola akan minus pendapatan dan hal ini tentu merugikan. Maka ketika wacana new normal dipersiapkan, dengan tangan terbuka para pengusaha siap menyambutnya karena akan segera mengeruk untung dari pembukaan wisata tersebut.

Sesungguhnya wacana new normal sangat berbahaya bila tetap dijalankan. Alih-alih ekonomi berjalan kembali, yang terjadi justru nyawa dan keselamatan rakyat terancam. Tidak ada jaminan virus tak akan tersebar mengingat masyarakat pun masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan.

Islam, Solusi Tuntas Akhiri Pandemik

Dari awal pemerintah tidak berani mengambil kebijakan lockdown/karantina wilayah karena ini membutuhkan biaya yang besar. Pasalnya seluruh kebutuhan rakyat yang dikarantina menjadi tanggungan negara sepenuhnya. Maka yang diambil adalah PSBB dan new normal guna roda perekonomian tetap berlajan, sehingga negara lepas tangan atas pemenuhan kebutuhan masyarakat. Inilah khas dari kapitalisme, yang senantia berbicara dari sisi untung rugi semata saat mengurusi urusan rakyatnya.

Berbeda halnya dengan Islam. Bila Islam dijadikan aturan dalam bernegara maka sejak awal terjadi wabah akan dengan sigap mengambil langkah lockdown. Hal ini telah dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab saat terjadi wabah thaun. Saat itu Khalifah Umar meminta pendapat Amr bin Ash terkait solusi untuk mengakhiri wabah tersebut. Hasil dari analisis Amr bin Ash adalah bahwa wabah ini seperti api yang berkobar. Manusia yang berkumpul seperti kayu bakarnya. Jika kayunya berkumpul maka kobaran api semakin keras, dan cara mematikan api ini harus dipisah kayu bakarnya. Maka pada saat itu tercatat banyak yang mengasingkan diri ke gunung-gunung, lembah-lembah, gua-gua dan tempat-tempat lainnya. Ini semua dilakukan karena menganggap nyawa umat lebih utama daripada laju ekonomi negara.

Selain itu, negara yang menerapkan aturan Islam akan mewujudkan masyarakat yang beriman dan patuh terhadap aturan. Bagaimana tidak, negara akan senantiasa membina individu umat dengan keimanan kepada Allah Swt. sehingga akan memunculkan rasa takut bila mana melanggar aturan. Hal ini didasarkan firman Allah Swt.:

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kalian." (TQS. an-Nisa: 59)

Selain itu, Islam pun mengamanatkan kepada penguasa untuk memberi support terbaik terkait semua hajat hidup rakyatnya di masa pandemik.

Sungguh terbukti Islam telah berhasil mengakhiri wabah dengan sigap sekaligus menghasilkan umat yang taat pada aturan. Semua ini hanya akan terlaksana dalam bingkai Institusi Islam Kaffah. Maka dari itu, masihkah kita berharap pada sistem saat ini yang terbukti gagal menangani wabah namun bersikeras mengembalikan laju ekonomi tanpa memikirkan keselamatan rakyat?

Wallahu a'lam bish shawab.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations