Oleh: Ust. Zarochman, Pengemban Dakwah dari Semarang

Islam Satu-satunya Agama Tauhid Yang Patut Dipeluk

Islam Satu-satunya Agama Tauhid Yang Patut Dipeluk Foto: Pixabay

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ayyuhal ikhwah, rahima humullah, Islam yang dibawa Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalaam adalah agama yang terakhir yang dibawa oleh nabi penutp dengan Al-Qur’an sebagai Kitab Sucinya, Islam dan Al-Qur’an bersifat universal dan sempurna. Islam sebagai agama yang sempurna telah diberitakan oleh Allah semenjak jelang akhir kehidupan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalaam ketika beliau mengerjakan haji wada’ pada tahun 10 Hijriah bertepatan pada waktu asar hari Jum’at hari Arofah, sebagaimana firman-nya,

الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا

“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” QS. Al-Maidah 3.

Firman tersebut diatas diterangkan dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir, bahwa ini merupakan nikmat Allah terbesar yang diberikan  kepada umat Muhammad hingga sekarang ini, tatkala Allah Subhanallahu wata’ala menyempurnakan agama mereka sehingga mereka tidak memerlukan agama yang lain, dan tidak pula Nabi lain, selain nabi mereka, yaitu Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wassalaam. 

BACA JUGA:

Oleh karena itu Allah Subhanallahu wata’ala menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada seluruh manusia dan jin, sehingga tidak ada yang halal kecuali yang beliau halalkan; tidak ada yang haram, kecuali yang diharamkannya; dan tidak ada agama, kecuali yang disyariatkannya. Semua yang dihabarkannya adalah hak, benar dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali. Maka, ayyuhal ikhwah, ridhoilah Islam untuk diri masing-masing, karena ia merupakan agama yang dicintai dan diridhoi Allah Subhanallahu wata’ala sehingga Allah mengutus Rasul yang paling afdhol bersamaan dengan menurunkan Kitab yang paling mulia yaitu Al-Qur’anil Karim.

Jadi, ayyuhal ikhwah, Islam sebagai agama yang sempurna dengan Al-Qur’an sebagai Kitab Sucinya maka aqidah (tauhid), ibadah dan syariah memiliki sinergitas dengan saling memperkuat satu sama lain dan merupakan satu kesatuan amaliah yang harus dilakoni (diamalkan) oleh manusia yang beriman. Pengamalan syariah dengan berbagai upaya untuk ditegakkan yang diperkuat dengan membangkitkan fitroh tauhid dalam setiap menjalani ibadah hanya kepada dan untuk Allah Subhanallahu wata’ala. Fitroh tauhid ini mengakui dan mengamalkan konsekuensi ketaatan kepada Allah sebagai Tuhan, Pencipta, dan Penguasa seluruh ciptaan-Nya termasuk umat manusia. Sedemikian itu agar manusia tidak mengingkari pengakuan/kesaksiannya, sehingga dapat dijalani dengan istiqomah, berislam secara sepenuhnya, sepenuh hati, ALJAADIYAH, bukan separuh hati melainkan KAAFFAH, sehingga aqidah – ibadah-syariah terjaga dan jadikan satu kesatuan amaliah tak terkoyah. Artinya, bahwa setiap upaya umat yang bersemangat untuk menegakkan Syari’ah maka selalu diimbangi dengan landasan ketauhidan yang makin kuat untuk pengamalan ibadah sebagai obsesi berupa langkah amaliah dalam rangka mendapatkan ridho Allah Subhanallahu wata’ala. 



YOUR REACTION?

Facebook Conversations