Desa Tangguh kini menjadi wacana dari Bupati Majalengka, Karna Sobahi guna menghalau penyebaran covid-19. Rencananya akan dibangun satu desa di masing-masing kecamatan guna menjadi percontohan desa lainnya.

Elis Sulistiyani (Muslimah Perindu Surga)

Desa Tangguh kini menjadi wacana dari Bupati Majalengka, Karna Sobahi guna menghalau penyebaran covid-19. Rencananya akan dibangun  satu desa di masing-masing kecamatan guna menjadi percontohan desa lainnya.  Sejumlah  26 desa tangguh akan dibentuk di Majalengka. 

Seperti disampaikan Kapolres Majalengka AKBP Dr Bismo Teguh Prakoso mengatakan ada tiga indikator desa tangguh yaitu Partisipatif, Sehat, dan Produktif . 

Kapolres merinci, indikator partisipatif teknisnya akan dibentuk Relawan Covid-19 dengan keanggotaan Kepala Desa, BPD,RT RW, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Bidan Desa, PKK, Karang Taruna yang bermitra dengan Babinkamtibmas, Babinsa dan Pendamping Desa

Mereka akan mendata penduduk rentan sakit, melakukan penyemprotan disinfektan dan menyediakan hand sanitizer, melakukan pencatatan tamu, melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit atau Puskesmas, penerapan Protokol kesehatan di tempat ibadah, membentuk posko desa, swadaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dalam melaksanakan protokol Kesehatan.

Untuk indikator sehat, Kapolres menjelaskan akan disiapkan tempat isolasi untuk antisipasi warga yang terkena Covid-19, merekomendasikan warga yang pulang untuk melakukan isolasi mandiri, Koordinasi yang intensif dengan Sejumlah Fasilitas Kesehatan.

Sementara indikator produktif yakni memastikan masyarakat tetap beraktivitas dalam kegiatan ekonomi baik itu di bidang pertanian, perikanan, perdagangan dan sektor usaha Mikro Kecil dan Menengah. (tintahijau, 18/06/22020)

Saat ini memang berbagai manuver kebijakan nampaknya mulai dilakukan masing-masing kepala daerah guna menekan bahkan menangkal penyebaran covid-19. Salah satunya Kabupaten Majalengka dengan program desa tangguhnya.  Mengingat hingga saat ini covid-19 masih menghantui masyarakat, dengan belum kunjung melandainya kurva covid-19  hingga belum tentu kapan akan berakhirnya. 

Namun dalam sebauh institusi negara sebuah provinsi, kota atau kabupaten tidaklah dapat berjalan sendiri kala menghadapi wabah seperti ini.

Mengingat wabah ini sudah meluas ke hampir sebagian besar wilayah Indonesia. Maka  haruslah wabah covid-19 ini dihadapi  dengan penanganan yang serius dan sistematis. Tidak bisa masing-masing daerah berjalan bersebrangan kala menetapkan kebijakannya.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations