Oleh: Astriyansih
Dunia gempar dengan adanya virus corona di Wuhan, Cina pada tanggal 17-2-20, pada saat itu sudah banyak makan korban sekitar 1.864 orang meninggal dunia dan 73.243 yang terinfeksi virus corona.
Freepik.com

Tercatat ada 27 negara yang terjangkit virus ini. Semua negara panik dengan kejadian ini dan hampir semua negara melakukan lockdown, karena khawatir dengan penularan virus ini yang begitu cepat. Setiap negara menghimbau kepada warganya untuk melakukan social distance, dianjurkan untuk sering cuci tangan, berjemur, tidak berjabat tangan bahkan jarak komunikasipun haruslah 1 meter. Sungguh luar biasa virus ini membuat manusia ketakutan.

Lantas bagaimana kesiapan negara dengan kebijakan lockdown?

Pemerintah kapitalis negeri ini tidak mengambil kebijakan lockdown karena implikasi ekonomi. Dalam masalah ekonomi saja pemerintah tidak mampu memberikan bantuan kepada rakyatnya. Peralatan medis saja sangatlah terbatas. Kenapa? ya karena negara harus bayar hutang yang begitu besar. Aset negarapun di kuasai asing aseng, pajak banyak yang dikorupsi. Jadi bagaimana bisa negara memberikan subsidi kepada rakyatnya? Dalam masalah sosial dan keamananpun tak bisa di tanggungnya.

Bagaimana sikap masyarakat saat ini menghadapi bencana?

Tentu saja panik dan kepanikan ini mencerminkan masyarakat yang lemah nilai takwa sehingga tawakal tidak mendominasi penyikapan masalah. Kelemahan negara juga dalam memberikan jaminan atas pemenuhan  kebutuhan dasar rakyat.

Dan bagaimana Islam dalam menghadapi sebuah bencana?

Islam adalah rahmatan lil a'lamin, dan tentu saja setiap musibah atau bencana itu karena kehendak Allah SWT. Semua yang terjadi sudah tertulis dalam lauhul mahfudz. Tapi islampun memberikan solusi pada setiap permasalahan hidup manusia. Dalam menghadapi ini pun Rasullah saw memberikan teladan kepada umatnya salah satunya yaitu dengan melaksanakan lockdown.

Bagaimana menyikapai suatu wabah yang melanda sebuah negeri?

Dalam sistim Khilafah islam apabila terjadi musibah wabah yang menular, maka Khilafah akan melakukan lockdown dengan mengerahkan seluruh sumber daya dan potesi negara dan umat. Itu bisa dilakukan karena dorongan takwa dan taat pada ulil amri yang di miliki oleh rakyat. Dan yang dilakukan Khilafah adalah memprioritaskan perhatian terhadap keselamatan rakyat dan mandiri dalam pengambilan keputusan.

Wallahualam bishawab

YOUR REACTION?

Facebook Conversations