Oleh : Ust Zarochman
Aktivis Dakwah Semarang

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Dinul Islam adalah sebuah ajaran tata nilai kehidupan manusia sebagaimana yang diperintahkan Alloh tanpa kecuali.

Yang diperintah Alloh dan yang dilarang-Nya ini harus dita’ati dengan penuh konsekwen sebagaimana yang telah diikrarkan bahwa Allohitu Tuhan, Sesembahan, Pencipta, Pengatur, Penguasa, Pemilik Tunggal seluruhalam seisinya. Konsekwen berarti orang yang keukeuh, kuat keyakinan diatas kebenaran atas perintah Alloh, atau dalam bahasa iman adalah mereka yang berkonsekwen jujur dalam pengakuannya bahwa Alloh itu Tuhannya, “innalladziinaqolu robbunallohu tsumas taqoomuu. 

inilah yang disebut sebagai istiqomah dalam dinul islam. atau bahasa tafsirriyah orang yang betul dapat menjalankan TAUHID dengan sepenuhnya karena dia punya keyakinan sangat kuat bahwa setiap yang diperintahkan oleh Alloh Subhanallohu wata’ala maka mengandung kemanfaatan tanpa cela dengan anugerah nikmat dikemudian hari. 

Sikap ketauhidan dengan meng-Esa-kan Alloh ’Azza wajalla sebagai satu-satunya tiada kecuali yang berhak diibadahi artinya menyembah-Nya dengan tidak menyekutukan sesuatupun kepada-Nya inilah akidah lurus yang pantang menyerah untuk selalu dipertahankan dalam setiap diri orang beriman. Dan dengan akidah Tauhid inilah orang berimanan menjalankan amal ibadahnya.

Alloh membuat perumpamaan antara kalimat tauhid ”la ilaahaillalloh” dan seruan kepada kebaikan ibarat pohon kurma yang besar dan tumbuh subur, indah lagi kokoh, akar-akarnya sangat kuat mencekram ke tanah, dahannya menjulang tinggi keatas dan buahnya lebat lagi baik. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Demikian juga pohon keimanan akarnya kokoh dalam hati manusia, dalam ilmu dan keyakinan, dan cabangnya itu adalah amal-amal sholeh dan akhlaq yang baik diangkat oleh Alloh dan diperoleh pahalanya di setiap waktu. Sehingga perumpamaan ini hendaknya dijadikan pelajaran. Sebagaimana firman-Nya,

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍطَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ. تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّحِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ.

”Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS Ibrahim 24-25)

Dalam Kitab Syaamil Al-Qur’an diterangkan, bahwa termasuk kalimat yang baik dalam ayat tersebut ialah kalimat tauhid , yaitu segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah kemungkaran serta perbuatan baik. Dan Islam adalah satu-satunya Agama Tauhid, sebagaimana penegasan Alloh dalam firman-Nya, 

”Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Alloh adalah AgamaIslam” (QS. Ali- ‘Imron : 19). 

Lalu lebih dipertegas lagi dengan firman-Nya,

”Barang siapa mencari agama selain Agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali- ‘Imron 85). 

Dan Alloh juga berfirman dengan mewanti-wanti kepada orang yang beriman hendaknya bersungguh-sungguh menjalankan ketaatan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya hingga wafat tetap berpegang kepada ajaran Islam, sebagaimana firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِوَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali- ‘Imron : 102).

Dengan sikap ketauhidan itu kita berpegang teguh di jalan Alloh. Karena itu pula Alloh memerintahkan berpegang teguh secara bersama-sama di jalan-Nya yaitu ajaran Islam. Janganlah sampai diperlemah dengan bercerai berai agar tidak mudah dikalahkan. Dan dalam kebersamaan itu kita beramar ma’ruf dan bernahi munkar yakni mengajak umat lain pada kebaikan yang dikehendaki Alloh. Dengan demikian Alloh menjanjikan kepada mereka kemenangan dan keberuntungan. Sebagaimana firman Alloh,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوانِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْفَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِفَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ.وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِوَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ.

”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali- ‘Imron : 103 - 104).

Maha Benar Alloh Dengan Segala Firman-Nya.

Astaghfirullohal ‘azhim

Allohumma shol’ala muhammad

Ya Alloh, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). Aamiin

YOUR REACTION?

Facebook Conversations