Oleh: Sherly Agustina, M.Ag (Revowriter Waringin Kurung)
Dilansir oleh Merdeka.com, kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Data per (05/04) menunjukkan ada penambahan 181 orang sehingga total 2.273 kasus, yang meninggal 198 orang dan yang sembuh 164 orang (05/04/20).
Bisnis.com

Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO karena menjadi wabah global dan belum ditemukan penawar atau obatnya. Berasal dari Wuhan salah satu kota di Cina, dan awal Maret sampai ke Indonesia setelah presiden Jokowi menyatakan tedapat dua kasus positif Covid-19 . Kian hari korban kian bertambah, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah mulai dari Social Distancing, Physical Distancing, Herd Imnunity, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dan himbauan tidak mudik.

Mudik di tengah wabah pandemi menjadi polemik, ada yang menghimbau tidak mudik sebagai upaya mitigasi Covid-19 tapi butuh aturan yang lebih tinggi maka diusulkan ke pejabat yang lebih tinggi di negeri ini yaitu presiden. Rapat pun dilakukan dan hasilnya ialah presiden Jokowi memutuskan tidak melarang mudik di tengah wabah corona dengan korban yang makin melonjak tinggi. Padahal, mudik diyakini bisa menjadi jalur penularan virus corona yang sangat efektif.

Keputusan yang membingungkan rakyat, menghimbau tidak pulang kampung tapi tidak melarang mudik saat lebaran nanti. Presiden Jokowi menambahkan kebijakan tambahan bagi mereka yang mudik. Mereka yang mudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), wajib isolasi mandiri selama 14 hari sesuai protokoler kesehatan (WHO) yang diawasi oleh pemerintah daerah masing-masing.

Jadi kepala daerah wajib memastikan para pemudik mengisolasi diri selama 14 hari. Selain itu, pemerintah juga memberlakukan kebijakan physical distancing di angkutan umum yang digunakan untuk mudik. (Kumparannews, 03/04/20).

Pertanyaannya, mungkinkah melakukan Physical Distancing di angkutan umum, bagaimana mekanismenya? Sementara jumlah warga yang mudik setiap tahun banyak dan sering berdesak-desakan, kondisi berdesak-desakan saja angkutan umum terbatas bahkan kekurangan bagaimana bisa physical Distancing. Dan tiap tahun mengalami tuslah (kenaikan harga transportasi) padahal rakyat sedang kesulitan di tengah krisis ekonomi dan  wabah.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations