Oleh: Sherly Agustina, M.Ag (Revowriter Waringin Kurung)
Rasulullah Saw bersabda: "Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya...
Freepik.com/berkahstudio

... Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya (bulan Ramadan) terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa saja yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad Dalam Al Musnad)

Alhamdulillah, tak terasa bulan suci nan mulia akan segera datang, kaum muslim bersuka cita menyambutnya. Walau dalam kondisi seperti ini saat wabah melanda, euphoria itu tetap ada mungkin penampakannya tak sama dengan tahun-tahun yang lalu. Harapan bisa bertemu dengan bulan nan mulia pasti dimiliki oleh setiap muslim karena bulan Ramadan hadir setahun sekali, di dalamnya banyak sekali keutamaaan.

Terkait bulan Ramadan karena di TV sering ada iklan salah satunya iklan sirup, dan iklan sirup biasa booming menjelang Ramadan. Namanya anak-anak pasti senang lihat iklan tersebut ditambah ada pesan menjelang Ramadan. Sontak gembira karena tahun lalu sang buah hati pernah ikut berpuasa walau hanya beberapa jam dalam sehari.

Dan bertahan hanya dua minggu kurang lebih, sebagai ibu rasanya senang bisa mengenalkan puasa pada ananda. Melatih putra/putri di usia dini untuk berpuasa adalah sebuah pembiasaan, tentu tanpa ada paksaan agar mereka menjalaninya dengan senang hati. Sehingga jika saatnya tiba kewajiban berpuasa ini tertaklif pada ananda, mereka sudah tebiasa.

Suatu hari anak saya yang berusia 6 tahun masih duduk di bangku sekolah TKB (Taman Kanak-kanak B) bertanya, "Ramadan 'kan sebentar lagi ya, Bun?". Saya menjawab, ya memangnya kenapa?.  "Hore !" kata anak saya.

Lalu anak saya bertanya lagi, "Terus kalau mau puasa, kapan corona 'kan pergi?" 

Saya semangati dia, semoga sebentar lagi wabah ini segera berlalu. Di usianya sangat kritis dan sering bertanya banyak hal. Lucu, menggemaskan dan kadang bingung harus jawab apa jika tiba-tiba bertanya tentang suatu hal.

Bagi anak-anak ada senangnya mengikuti berpuasa dengan orang-orang dewasa, mungkin karena suasana yang berbeda dari bulan-bulan yang lain. Misalnya banyak jenis makanan atau jajanan takjil: kolak, biji salak, gorengan, dan sebaginya. Sholat tarawih dan tadarus Al Qur'an, bisa ngabuburit dan jalan-jalan sore dengan ayah dan bunda, bisa buka puasa di luar agar suasana beda walau penuh dengan antrian, bisa beli baju lebaran karena ini tradisi tiap tahun dan mudik ke rumah nenek dan kakek mereka menjelang lebaran.

Ramadan tahun ini entah apakah masih bisa melakukan rutinitas tersebut atau tidak di tengah pandemi yang melanda. Namun, semoga kekhusu'an dalam menyambut dan menjalani ibadah di bulan Ramadan tetap semangat tidak luntur bahkan harus lebih semangat agar pertolongan Allah semakin dekat sehingga wabah ini segera berakhir, walau beribadah dengan suasana yang berbeda.

Selamat datang bulan suci nan mulia, kami sambut dengan sepenuh hati dan suka cita bersama buah hati tercinta. Semoga kehadiranmu, membuat wabah ini segera berlalu. 

Allahu A'lam Bi Ash Shawab.


Ket: 

1. Tanda garis miring pengganti kata 'dan'. Pada kata "putra/putri"

2. Apostrof: 

Ramadan 'kan sebentar lagi ya, bun. ('kan: bukan)

kapan corona 'kan pergi? ('kan: akan)

3.  Tanda petik (" ") untuk mengapit petikan langsung

"hore !" Kata anak saya

YOUR REACTION?

Facebook Conversations