Oleh: Nurhasanah, Pemerhati Remaja
Ngerii... Merinding... Takut... Sedih... Kecewa...!!!

Itulah yang dirasakan umat dunia saat ini, tidak hanya muslim bahkan negeri-negeri yang mayoritas penduduknya bukan muslim pun merasakan hal yang sama , ketika melihat berita di Xinjiang, Cina.

Mereka melihat bagaimana rezim cina menyiksa, memperkosa, dan membunuh secara perlahan muslim Uighur. Mereka geraam dengan itu. Dan mereka tambah geraam ketika pemimpin negri yang mayoritas penduduknya muslim bungkam, diam seribu bahasa.

Atas nama kemanusiaan mereka berbondong-bondong mengecam pemerintah Cina atas penyiksaan muslim Uighur di kamp-kamp konsentrasi yang mereka sediakan. Terdapat  22 negara yang mendesak Cina menghentikan kekejamannya terhadap Uighur, diantara 22 negara tersebut adalah Australia, Austria, Belgia, Kanada, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Islandia, Irlandia, dan Jepang. Selain itu, terdapat Latvia, Lithuania, Luksemburg, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris.

Apa yang dilakukan pemerintah Indonesia? 

Karena lilitan hutang ke Cina, mereka jadi tak berdaya!.

Mereka sibuk membuat berita, bahwa di Cina baik-baik saja. bukan hanya PBNU yang berkata, tapi seorang ustad dan ulama ikutan membela bahwa di Cina aman-aman saja. Iya! Mereka aman tapi umat muslim Uighur sana tidak! 

Dengan menyebarkan berita, bahwa Uighur baik-baik saja, tanpa sadar mereka sedang berenang di lautan darah muslim Uighur.

Fakta Muslim Uighur

Azzam M Izzulhaq, dalam Twitternya mengangku mengunjungi 8 kota di wilayah provinsi Xinjiang selama 29 hari, tanpa di undang, diantar apa lagi di ongkisin. Justru beliau malah di buntuti diintrogasi, dan di ancam.

Azzam M Izzulhaq ini menemukan fakta yang mengejutkannya. Fakta yang tanpa direkayasa. Fakta yang menjawab pernyataan yang dikatakan ustadz YM yang ditulis di akun IG nya, beliau mengatakan bahwa di Xinjiang tidak ada apa-apa. Bahkan disana ada pesantren Yaa Xiing education  yang santrinya berjumlah 1200-an.

"Pesantren Ya Xing Education di Xinjiang memiliki 1500 santri? Tunjukkan di kota mananya saja. Saya datangi.

Di Xinjiang, Yaxing itu nama hotel, mall, supermarket. Pesantren? Duh.

Yaxing adalah dialek Mandarin dari Yasin? Duh cocoklogi apalagi ini Bang @Yusuf_Mansur" itulah yang di sampaikannya di akun Twitter @azzam m Izzulhaq

SOLUSI NYATA PROBLEM DUNIA

"Saudara Menteri Pertahanan RI @prabowo yth,

Saya hanya menitipkan pesan 25juta masyarakat Muslim Uyghur di provinsi Xinjiang, China. Bahwa mereka ingin kebebasan melaksanakan ibadah dikembalikan dan keluarga mereka yg dimasukkan ke dalam camp konsentrasi dibebaskan. Terimakasih" pesan @Azzam M Izzulhaq kepada menteri pertahanan Indonesia.

Ya, apa yang dikatakan @azzam m Izzulhaq tidaklah salah, karena sejatinya tugas penguasa adalah membela dengan kekuasaannya, pengusaha memiliki kekuatan yang tidak dimiliki semua orang. Dan tugas pemimpin adalah mengarahkan kekuatan dan kewenangan tersebut pada kebenaran.

Kebenaran dan kenyataan saat ini adalah umat muslim terutama di Uighur sedang menderita, mereka butuh bantuan segera.

Apa yang bisa kita lakukan? Berdiam diri tidak akan menyelamatkan mereka! 

Saya malu jika harus diam, ketika saudara sedang tesiksa. Please get up! Jika tidak bisa membela langsung, gunakan sosmedmu untuk menebarkan kebenaran dan realita!, Jika ada ajakan aksi dan harus turun kejalan panas-panasan cobalah bergabung dan rasakan. Panas di dunia tidak ada apa-apanya ketimbang kita harus masuk neraka, gara-gara diam seribu bahasa saat ditanya, menyatakan muslim disiksa. (Naudzubillah!)

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membantu muslim Uighur. Dan hanya 1 solusi yang bisa menyelamatkannya. Tentu ini butuh perjuangan dan kekuatan. Butuh persatuan umat dan kesadaran pemerintah. 

Solusi nyata yang mampu menyibak persoalan dunia, yaitu kembali pada aturan yang Rasulullah ajarkan dan contohkan. Bukankah sejarah membuktikan, ketika hukum Allah diterapkan semua persoalan dapat di tuntaskan, bahkan hal ini mampu meminimalisir terjadinya kejahatan. 

Aturan yang mampu memanusiakan manusia, aturan yang mampu mensejahterakan rakyat, aturan yang menciptakan perdamaian dunia, aturan yang mengharagi antar agama.

Kita tuh aneh! Ingin sejahtera, ingin di hargai, ingin damai tapi enggan disodorkan solusi...

YOUR REACTION?

Facebook Conversations