Alquran sejatinya diturunkan oleh Allah SWT, menjadi rahmat bagi orang-orang beriman. Ramadan sebagai bulan alquran, selayaknya ditunjukkan dengan memenuhi seruan alquran dalam seluruh aspek kehidupan.

Oleh: Aminah Darminah, S.Pd.I. (Muslimah Peduli Generasi)

Salah satu keistimewaan bulan ramadan diturunkannya alquran. Sebagai petunjuk dan rahmat bagi seluruh ummat manusia. Allah SWT menurunkan alquran kepada Nabi Muhammad saw, tepat pada malam istimewa yaitu malam lailatul qadar. Malam yang lebih mulia dari seribu bulan. 

Peristiwa ini membuktikan, bahwa alquran adalah kitab yang istimewa. Sebagaimana firman Allah SWT dalam TQS al-Qadar 1-3: "Sesungguhnya kami menurunkan alquran pada lailatul qadar. Apakah lailatul qadar itu? lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."

Saat ini menjamur pondok pesantren penghafal alquran, salah satu kemajuan yang dimiliki kaum muslimin, walaupun baru sebatas menghafal ayat-ayat alquran. Kondisi ini memberi pengaruh kepada masyarakat untuk berbondong-bodong menyekolahkan anak-anaknya dipondok pesantren tahfizh atau sekolah terpadu berbasis alquran. Tentu kondisi ini memberikan ghiroh kepada kaum muslimin untuk dekat kepada alquran. 

Di sisi lain, masih banyak kaum muslimi yang abai dan tidak menghiraukan alquran, bahkan tidak kenal dengan alquran, sehingga memperlakukan alquran, layaknya memperlakukan  buku-buku yang lain. Padahal Indonesia mayoritas penduduknya muslim, miris jumlah buta huruf alquran tahun 2018 lebih dari 50 persen. dikutip dari Republika.co.id, tingkat buta huruf alquran di Indonesia hasil riset dari Institut Ilmu Alquran (IIQ) sekitar 65 persen masyarakat Indonesia buta huruf alquran (17/1/2018).

Kaum muslimin di negeri ini, banyak yang menjadikan alquran hanya pajangan dirak-rak buku, tampa pernah dibaca apalagi dikaji isi alquran. 

Masyarakat lebih dekat dengan berbagai hiburan yang ada di acara televisi, sosmed, dibanding dengan alquran. Kondisi ini terjadi sebab negeri ini mengadopsi sistem sekuler, sehingga urusan agama menjadi urusan individu masing-masing, negara tidak berhak ikut capur. Tidak ada target setiap muslim untuk bisa membaca, dan memahami apalagi mengamalkan isi alquran, baik di tataran individu, masyarakat maupun negara. Wajar jika banyak kaum muslimin yang buta terhadap alquran. 

Alquran sejatinya diturunkan oleh Allah SWT, menjadi rahmat bagi orang-orang beriman. Ramadan sebagai bulan alquran, selayaknya ditunjukkan dengan memenuhi seruan alquran dalam seluruh aspek kehidupan. Sebab isi alquran bersifat komprehensif, alquran tidak mengandung kebatilan sebagaimana firman Allah dalam TQS fushshilat 42: "Yang tidak datang kepadanya (alquran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan yang maha bijaksana lagi maha terpuji." Alquran tidak dapat dipisahkan dari hadis Nabi. Cakupan alquran yang menyeluruh, baik urusan aqidah, maupun syariat. 

Kaum muslin bisa belajar dari para sahabat, bagaimana keimanan mereka secara utuh terhadap alquran dalam kehidupan. Pertama, membaca, menghafal dan mengamalkan. Para sahabat saling berlomba dalam membaca dan mempelajari alquran, semua kemampuan mereka curahkan untuk menguasai alquran. Hari-hari mereka selalu dihiasi dengan bacaan alquran, bahkan untuk mengukur jarak suatu tempat, para sahabat menggunakan surat dalam alquran, sebab sepanjang perjalanan yang mereka lalui, lisan mereka selalu dihiasi dengan bacaan alquran. 

Kedua, mendengar dan taat kepada alquran. Alquran merupakan pegangan dan petunjuk hidup bagi para sahabat. Setiap perintah dan larangan segera mereka laksanakan, tampa banyak berfikir apalagi alasan, contoh ketika turun ayat tentang larangan khamer, para sahabat segera membuang cadangan khamer bahkan menghancurkan wadahnya.  

Ketiga, para khalifah memberikan perhatian yang lebih kepada alquran, pada masa Abu Bakar terjadi perang yamamah, sebanyak 70 orang penghafal quran mati syahid, Abu Bakar bingung dan khawatir, lalu Umar mengusulkan untuk mengumpulkan alquran. Masa Utsman alquran dibukukan, terjaga hingga saat ini. 

Kempat, pemerintah menerapkan alquran. Terbukti pada masa Abu Bakar sekelompok orang menolak membayar zakat, maka Abu Bakar memerangi mereka, sebab mereka menolak mengeluarkan zakat yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Alquran bukan sekedar kumpulan pengetahuan, melainkan petunjuk hidup. tidak sekedar dibaca dan dipahami, melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik aqidah maupun syariah Islam, baik tataran individu, masyarakat maupun negara.

Wallahualam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations