Betapa malu diri ini, Engkau hadiahkan Ramadhan untuk melunasi utang dosa dan menambah tabungan kebaikan, tapi hamba lalai menjalaninya.

Oleh: Dedeng Juheri | Instagram @dedengjuheri

Ya Allah, di penghujung Ramadhan ini, ada hamba-hambaMu yang mohon ampun, lalu Engkau berikan ampunan dan angkat derajatnya.

Ada yang sungguh-sungguh mengharap ridhaMu, lalu Engkau hapuskan dosa-dosanya, Engkau lapangkan rezekinya, Engkau muliakan keluarganya, Engkau berkahi keturunannya, Engkau lepaskan kesulitannya, Engkau mudahkan urusannya, Engkau terima shaumnya, dan Engkau sematkan gelar takwa padanya.

Ya Allah, termasuk yang manakah hamba?

Betapa malu diri ini, Engkau hadiahkan Ramadhan untuk melunasi utang dosa dan menambah tabungan kebaikan, tapi hamba lalai menjalaninya.

Sungguh amat banyak kebutuhan hidup kami, Engkau minta kami mendekat, memohon dan meminta. Akan Engkau cukupi kebutuhan hidup, kabulkan segala harap, dan berikan semua pinta.

Tapi acapkali kami lupa, lalai, dan alpa. Kami sibuk dengan urusan pribadi, hingga tak serius menyahut seruanMu.

Kami sibuk menyelesaikan urusan sendiri, banting tulang, peras keringat, kejar ini dan kejar itu.

Kami sibuk mencari solusi sendiri untuk memenuhi segala kebutuhan, bukan mendatangi Engkau sang pemilik solusi segala kehidupan. Ampuni kami ya Allah.

Hamba-hambaMu yang shalih sibuk mohon ampunan, kami sibuk memikirkan kebahagiaan dunia. Hamba-hambaMu yang shalih sibuk menambah amal kebajikan, kami sibuk memikirkan baju, kue, dan bingkisan lebaran.

Kami sibuk memikirkan kumpul dengan keluarga di kampung halaman, tapi kerapkali lalai berbenah untuk kumpul bersama keluarga di kampung akhirat sana.

Ya Allah, di ujung Ramadhan ini hamba menghiba dengan takbir, ruku, sujud, dan mohon ampunan. Masukan kami ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shalih dan bertakwa.

Ya Allah, tidaklah berlalu Ramadhan ini kecuali Engkau ampuni dosa kami, Engkau lapangkan rezeki, Engkau sehatkan, dan Engkau mudahkan segala urusan. Allahumma aamiin.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations