Oleh : Bella Aulia
Pegiat Literasi Pena Langit

Seperti yang kita ketahui Drama Korea World of Married Couple sangat hype di kalangan millennials, dan membuat netizen Indonesia sangat gemas.

Hingga telah ditayangkan kembali di salah satu stasiun tv Indonesia. Cerita dalam drama ini menggambarkan kehidupan pernikahan yang pelik. Dan menimbulkan banyak respon yang terjadi, hingga banyak yang takut untuk menikah setelah menonton drama ini. Seperti yang dikutip dari (line.today)

Pada faktanya yang terjadi masyarakat sosial pada saat ini memang mengalami krisis tentang masalah ini, hingga tidak tahu solusi apa yang dilakukan untuk menanganinya. Drama ini pun juga di latar belakangi oleh sosial masyarakat korea seperti yang dikutip oleh (koreaherald.com) pada tahun 2016 menyatakan bahwa, Lebih dari setengah pria Korea yang sudah menikah memiliki hubungan di luar nikah setidaknya satu kali dalam hidup mereka.

Di Korea Selatan hingga Mahkamah Konstitusi Korea Selatan mengesahkan perzinahan tahun 2015 lalu, undang-undang berusia 60 tahun yang dimana disebutkan hubungan di luar nikah menjadi ilegal dan dapat dihukum dengan hukuman penjara telah dihapuskan. Sedangkan di Indonesia sendiri menempati posisi kedua kasus perselingkuhan terbanyak, Hasil penelitian tersebut menunjukkan sebanyak 40% pasangan di Indonesia mengaku pernah main serong. Adapun negara dengan tingkat perselingkuhan tertinggi di kawasan AsiaTenggara diraih oleh Thailand, dengan tingkat perselingkuhan mencapai 50% (infia.co). Sehingga drama ini dibilang relevan dengan yang terjadi dengan masyarakat saat ini.

Beberapa survey telah menunjukkan bahwa Tingkat pendapatan,di atas gender, juga berdampak pada kemungkinan kecurangan. Pada sisi lain Islam telah membahas tentang masalah ini, dimana dalam firman Allah,

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang salehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”( Q.S. An-Nisa Ayat 34)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa laki-laki merupakan sebagai pemimpin yang menafkahi perempuan, sehingga tidak wajib bagi perempuan menjadi tulang punggung, justru laki-laki yang memiliki kewajiban atas itu.

Kejadian ini yang juga terjadi di seluruh dunia disebabkan oleh kehidupan liberal dan kapitalis saat ini yang dimana pria dan wanita dibangkitkan pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual, yang dimana gejolak naluri haruslah terpenuhi tidak memandang halal ataupun haram. Sehingga dari ini ada kerusakan secara sistemik sehingga menimbulkan cermin masyarakat tersebut. Sedangkan Allah telah menurunkan segenap aturan yaitu Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman hidup di dunia. Sehingga manusia dapat melaksanakan aturan sesuai porsi-porsi perintahnya. Aturan-aturan Islam yaitu,

Pertama, menjalankan kehidupan rumah tangga yang islami

Dalam firman Allah SWT dimana pernikahan yaitu mewujudkan mawaddah dan rahmah, yakni terjalinnya cinta kasih dan tergapainya ketenteraman hati (sakinah) (Q.S. ar-Rum: 21), melanjutkan keturunan dan menghindarkan dosa, mempererat tali silaturahmi, sebagai sarana dakwah.

Kedua, Mengembalikan semua permasalahan kepada Islam

Sebagai seorang muslim sudah sepatutnya kita untuk mengembalikan semua permasalahan termasuk rumah tangga sesuai dengan islam. Allah SWT berfirman :

”Dan kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang dikumpulkan sebelumnya) dan batu ujian [421] terhadap kitab-kitab yang lain itu, Maka putuskanlah perkara mereka sesuai dengan apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengambil hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang menerimaamu. untuk Setiap-orang di antara kamu [422], kami memberikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah mempercayai kamu terhadap bantuan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah menggunakan kebajikan. Hanya untuk Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan- Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu . ” (Q.S. Al-Maidah : 48)

Ketiga, Menjaga pergaulan dengan lawan jenis

Islam telah mengatur tentang pergaulan lawan jenis, sehingga laki-laki dan perempuan tidak bercampur baur dan sembarangan dalam menjalani hubungan. Allah SWT berfirman,

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (Q.S. An-Nur : 30-31)

Dalam Sistem Pemerintahan Islam kehidupan laki-laki dan perempuan diatur terpisah, sehingga antara laki-laki dan perempuan terjaga dalam pergaulannya, dan hawa nafsunya.

Keempat, Perselingkuhan dalam Islam harus dihukum

Perselingkuhan berkaitan dengan perzinaan di dalam hukum Had dalam system pemerintahan Islam, barangsiapa yang berzina akan dihukumi cambuk 100 kali dan apabila telah menikah maka dihukum rajam hingga mati ( Q.S. An-Nur: 2 ). Hukuman ini secara otomatis akan membuat jera pada pelaku sekaligus sebagai penebus dosa.

Solusi diatas telah menjelaskan bagaimana Islam menyelesaikan persoalan ini dengan tuntas, maka sudah sepatutnya kita untuk Kembali pada aturan-aturan Allah dan menerapkan Islam secara kaffah. Lalu tidak perlu takut dengan pernikahan lagi karena Allah sudah mengatur sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia. Wallahu a'lam bishawab

YOUR REACTION?

Facebook Conversations