Oleh: Linda Khadeeja

“Engkau yang menemukan, atau aku yang menemukan. Entahlah, Allah lah yang mempertemukan kita” (Msc)

Roda kehidupan terus berputar. Fase demi fase usia kita lalui. Dalam perjalanan itu pula Allah menetapkan sahabat ataupun teman-teman yang hadir mengisi hari-hari kita di dunia ini.  

Kita tidak tahu takdir dan rahasia-Nya. Apapun yang di hadirkan-Nya pastilah untuk kita belajar semakin bijak karenanya. 

Kita hanya bisa berdoa kepada Allah dengan doa yang baik-baik. Dan berharap dikumpulkan oleh-Nya dengan orang-orang yang baik pula.

Karena hakekat teman itu adalah seperti penjual minyak wangi atau pandai besi. 

“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau  mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar  pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”.(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadist di atas jika kita ingin baik maka kita harus pandai-pandai memilah dan memilih teman. 

Apabila teman kita baik maka pasti kita akan terbawa arus kebaikan. Jika teman kita buruk maka kita akan terbawa arus keburukan pula.

Karena teman adalah cermin dari diri kita.

Nilai sebuah pertemanan sangatlah tinggi di sisi Allah. Yang mampu mengantarkan keduanya sampai di surga-Nya.

Sebagaimana pertemanan antara Rasulullah dengan Abu Bakar. Yang keduanya memiliki ikatan pertemanan yang sangat kokoh dengan landasan keimanan yang tinggi kepada Allah. 

Ketika Allah menetapkan Abu Bakar sebagai sahabat Rasulullah yang menemani beliau dari perjalanan dari Makkah ke Madinah. Kemudian beliau mengatakan kepada Abu Bakar,

 “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”.

Karena saat itu Abu Bakar sangat ketakutan dan khawatir sekiranya mereka akan ditemukan oleh orang-orang kafir yang hendak membunuhnya. 

Itulah potret pertemanan Rasulullah yang menunjukkan akan rasa kasih yang dalam dan begitu tulus.

Dari kisah ini kita bisa lihat bahwa pertemanan dengan orang yang lebih tinggi dari kita bersifat loyalitas atau berkhidmah. 

Artinya apabila kita bersahabat dengan seorang guru atau syaikh harus dengan adab yang baik. Mencoba menghargainya dan merespon apapun yang dilakukannya dengan cara yang baik.

Ketika kita berteman dengan orang yang sepadan atau setara maka prinsip utamanya adalah itsar (mendahulukannya) dan bermurah hati. Serta menutup semua keburukannya atau aib-aibnya.

Andapun berteman dengan orang yang lebih rendah menuntut kita memberikan kasih sayang dan agar ia taat serta hormat. 

Maka, perlunya mengingatkan dan mendidik serta mengarahkannya untuk menjadi lebih baik. Karena jika kita terlalu sibuk dengan diri kita sendiri maka ia akan tetap berada dalam kebodohan.

Maka, bersyukurlah kepada Allah jika kita dipertemukan oleh Allah dengan teman-teman terbaik dalam kehidupan ini. Karena kehadiran mereka adalah anugrah terbesar dari Allah yang tidak ternilai harga-nya.

Mungkin, kita memiliki harta yang banyak dan melimpah bahkan pangkat atau kedudukan yang tinggi. Namun, kita tidak bisa membeli pertemanan sejati. Yang dilandasi atas ruh, iman dan hati. 

Ketika pertemananmu benar karena Allah dan dipertemukan oleh-Nya pula maka itulah pertemanan yang akan mengantarkanmu sampai ke surga. Bukan materi ataupun ukuran duniawi yang melandasi ikatan pertemananmu.Tapi benar-benar karena Allah Sang Maha Tinggi. 

Sebagaimana Rasulullah pernah bersabda:

“Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.’”(HR. Bukhari, no.6170; Muslim, no.2640)

Jika telah engkau dapatkan teman yang baik itu maka peganglah erat-erat. Dan jangan engkau lepaskan.

Sebagaimana perkataan Umar Bin Khattab:

“Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka pegang lah erat-erat.” [Quutul Qulub 2/17]

Wallahu'alam bish-showwab

YOUR REACTION?

Facebook Conversations