Kekalahan mutlak dunia atas serangan covid-19 ini hingga melumpuhkan ekonomi dengan dekrit lockdown telah membuat ekonomi kapitalis terpuruk hingga ke sektor riil. Ekonomi terkontraksi hingga pertumbuhan ekonomi di Mayoritas negara maju menjadi negatif.

Nabila Zidane, Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

New normal life adalah sebuah pola kehidupan baru yang normal. Digambarkan sebagai sebuah keadaan Manusia memasuki situasi dengan berbagai mekanisme yang berbeda dengan yang telah mereka jalani sebelumnya. Masyarakat dihimbau untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti hari-hari biasa dengan memperhatikan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, jaga jarak, dilarang berboncengan, mencuci tangan, menyediakan hand sanitizer, mengutamakan transaksi non tunai dan lain-lain.

Tentu saja istilah berdamai dengan corona yang pernah diusulkan pemerintah di bulan yang lalu kurang tepat. Karena faktanya rakyat wajib menyelamatkan diri mereka sendiri dengan menjalani protokol kesehatan saat keluar rumah atau istilah lain selalu waspada dan bersiap siaga melawan corona saat keluar rumah. Karena bisa jadi virus corona akan menyerang siapa saja dan kapan saja. 

Ketua PMI Jusuf Kalla mengatakan warga bisa sakit, bahkan meninggal dunia, jika terkena virus Corona. Kalau namanya berdamai itu saat dua-duanya ingin berdamai, kalau pemerintah saja yang ingin berdamai tapi virusnya tidak, bagaimana? Jadi istilah damai itu agak kurang pas karena damai itu harus kedua belah pihak.(detiknews.com, 19/5/2020)

Apalagi saat KTT G20 virtual pada tanggal 26 Maret 2020 lalu presiden mengajak negara anggota G20 untuk perang melawan corona. Benar-benar pernyataan yang terkesan mencla-mencle dan membingungkan masyarakat.

Corona virus tak kasat mata yang berdiameter 125 nanometer ini ternyata amat kuat. Bahkan negara adidaya sekelas Amerika Serikat kewalahan dibuatnya. Karena itulah WHO mulai menggencarkan kampanye new normal Life. 

Hidup damai dengan corona bukan lemparan isu semata. Konsep kebijakan itu tercetus lantaran pernyataan WHO yang pernah menyebut virus corona tak akan hilang. Perkiraan tersebut disampikan oleh direktur kedaruratan Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Mike Ryan untuk merespons sejumlah prediksi tentang kapan virus corona hilang dari muka bumi.

Menurut Ryan, meskipun vaksin Covid-19 pada akhirnya ditemukan, upaya serius untuk mencegah penularan virus corona tetap dibutuhkan. “Virus ini mungkin menjadi penyakit endemik lain pada komunitas manusia dan tidak akan pernah hilang begitu saja. Sebagai contoh, HIV tidak pernah hilang," kata Ryan pada 14 Mei lalu, dikutip dari CNN.

Satu fakta yang tidak bisa dibantah yaitu kebijakan penanganan wabah ala kapitalisme sejatinya hanya peduli dengan ekonomi. Para pengemban ideologi kapitalisme lebih takut  ekonominya hancur dilanda virus daripada kehilangan nyawa rakyatnya. Untuk itulah, mereka membuat skenario penanganan corona sekaligus meminimalisir kejatuhan ekonomi kapitalis. Yaitu, dengan konsep new normal life. 



YOUR REACTION?

Facebook Conversations