Oleh: Doni Riw
Sebatang lidi itu lemah mudah patah.
Foto: Intisari

Seratus lidi yang diikat, akan kuat membersihkan sampah.

Seribu lidi yang berserak, itulah sampah.

Itulah gambaran kita umat Islam. Saat bergerak sendirian, kita ibarat sebatang lidi yang mudah dipatahkan.

Saat kita bergerak bersama dalam satu ikatan, kita bukan lagi sebatang lidi yang mudah patah, tapi sebuah sapu alat pembersih sampah. Itulah dakwah berjamaah.

Tetapi sebanyak apapun umat Islam, saat mereka berserak sendiri-sendiri, mereka tidak disebut lidi, tidak disebut sapu, melainkan sampah itu sendiri.

Saudaraku, mari jangan menjadi lidi, jangan menjadi sampah. Bersatulah bersama-sama menjadi sebuah sapu yang bermanfaat untuk membersihkan sampah.

BACA JUGA:

Tapi sekuat apapun sebuah sapu, sebesar apapun ikatan lidi-lidi itu, tidak mungkin dirinya bergerak semau sendiri membersihkan sampah.

Harus ada manusia yang menggerakkannya. Manusia yang memiliki mata, telinga, dan aqil, yang tau di sebelah mana sampah-sampah itu berada.

Kita umat islam yang bersatu dalam satu ikatan dakwah, tidak akan bergerak semau sendiri. Kita bergerak dengan mencontoh metode Nabi yang selalu dalam bimbingan Allah.

Mencontoh Rasulullah SAW tidak hanya mengambil sepotong fragmen dalam kehidupan beliau, tetapi seluruh sirah kita tela'ah. Hingga kita tau benar, bagaimana sapu besar ini harus bergerak.

Allahu a'lam bish-shawab.


Jogja 61019

IG @doniriw

t.me/doniriw_channel

fb.me/doniriwchannel

YOUR REACTION?

Facebook Conversations