Oleh: @zuhair.han7, Gen Saladin | @gen.saladin | t.me/gensaladin
Tahukah kamu? Dalam sejarah, kekuatan armada laut Umat Islam pernah menjadi salah satu kekuatan besar dan berjaya pada masanya.

Puncaknya adalah ketika masa Kesultanan Utsmaniyah, sebut saja para tokohnya seperti Heyreddin Barbarosa, Hasan Khairuddin, Kilij Ali, Piri Reis, Hasan Ath Thusi, Zaganos Pasha dan Turgut Reis. Mereka adalah ikon pahlawan di bidang kemaritiman bagi Umat Islam dan nama-nama menggentarkan bagi musuh-musuh Islam.

Di balik kejayaan armada laut Umat Islam, tahu gak sih siapa bapak armada laut Umat Islam? Jawabannya adalah shahabat Mua'awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu Anhu.

Gagasannya berawal dari suksesnya "futuhat Islamiyyah" di wilayah Syam dan Mesir, wilayah strategis dan mempunyai garis pantai yang panjang di laut Mediterania. Juga dari pengalaman sulitnya pasukan Muslimin dalam menembus pertahanan beberapa kota pelabuhan seperti Tripoli, Asqalan dan Qaisariah. Hal itu terjadi karena umat Islam tidak memiliki armada laut untuk mengepung dari sisi laut juga untuk memotong suplai bantuan musuh dari laut.

Maka, ketika Mu'awiyah menjabat sebagai gubernur di Syam, ia menulis surat kepada Amirul Mu'minin Umar bin Khattab yang berisi usulan pembangunan angkatan laut untuk berperang di front laut. Tetapi Umar bin Khattab kala itu masih menolaknya karena melihat umat Islam yang masih terbilang baru di dunia kemaritiman dibandingkan dengan Romawi Timur yang sudah paham betul seluk-beluk dunia kemaritiman. Dan Khalifah Umar lebih memilih untuk memperbarui sistem pertahanan dengan membangun tangsi-tangsi militer di wilayah pesisir.

Lalu ketika masa Khalifah Utsman bin Affan, Mu'awiyah kembali memperbarui usulannya untuk membangun angkatan laut. Namun, khalifah pun menolaknya karena memiliki pandangan yang sama dengan Khalifah Umar bin Khattab. Baru ketika Mu'awiyah menduduki jabatan Khalifah pada tahun 41 H, ia pun langsung memberikan perhatian besar dalam pembangunan angkatan laut Umat Islam.

Ia mereformasi pabrik perkapalan di Akka Palestina yang sebelumnya terabaikan, memindahkan ribuan orang-orang Arab untuk mendiami Pulau Cyprus yang sebelumnya telah dilakukan serta memobilisasi orang-orang Persia yang memiliki kemahiran dalam bidang perkapalan untuk mendiami wilayah pesisir Syam. Hal ini juga didukung sumber daya alam yang melimpah di wilayah Syam dan Mesir seperti berbagai jenis pohon sebagai bahan dasar pembuatan kapal.

Tindakan tersebut memberikan pengaruh besar di wilayah Mediterania yang menjadikan angkatan laut Umat Islam sebagai ancaman nyata bagi imperium Romawi Timur. Selanjutnya, Mu'awiyah mengangkat Abdullah bin Qais sebagai panglima perang di front laut dan diangkat juga Junadah bin Abu Umayah Al Azdi sebagai perwira angkatan laut.

Pada masa pemerintahan Khalifah Mu'awiyah bin Abi Sufyan inilah pasukan Muslimin mampu membebaskan pulau Rhodes, tahun 55 H menyerang pulau Kreta dan pada tahun 49 H, untuk pertama kalinya pasukan Islam melakukan ekspedisi penaklukan kota konstantinopel.


Referensi: Buku Pahlawan Islam Penguasa Lautan karya Syaikh Abdul Aziz Az-Zuhairi.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations