Alquran adalah pedoman hidup, sebagaimana yang telah Nabi Muhammad ajarkan kepada umatnya sejak dulu. Kinipun kita sebagai kaum muslim wajib untuk tetap menjadikan Alquran sebagai pedoman kehidupan kita.
freepik.com

Oleh: Endah Husna

          Mukjizat Nabi Muhammad saw. adalah Alquran. Kemukjizatan Alquran tidak terbatas oleh berlalunya waktu. Ini berbeda dengan mukjizat para Nabi yang lain, yang mukjizat itu berlaku hanya saat para Nabi masih  hidup. 

          Kemukjizatan Alquran berlaku hingga saat ini, meski Rasulullah saw. sebagai pembawanya telah lama wafat.

          Alquran adalah pedoman hidup, sebagaimana yang telah Nabi Muhammad ajarkan kepada umatnya sejak dulu. Kinipun kita sebagai kaum muslim wajib untuk tetap menjadikan Alquran sebagai pedoman kehidupan kita. Maka wajib untuk senantiasa berinteraksi dengan Alquran, jika ingin hidupnya lurus. Sejarah telah mencatat, kejayaan umat Islam adalah hasil dari kedekatan umat Islam dengan Alquran. Interaksi kaum muslim saat itu sangat tinggi, hingga kejayaan dan puncak peradaban merekapun tinggi.

         Untuk meraih cinta Allah SWT pun Nabi Muhammad saw. pernah mengingatkan, bacalah Alquran. Sabda beliau, " Siapa saja yang mengharapkan cinta Allah dan Rasul-Nya hendaklah membaca Alquran." (HR. Ibnu Adi, Abu Nu'aim dan Al-Baihaqi).

         Ada empat aktivitas untuk mendapatkan petunjuk dalam Alquran, 

          Pertama, membaca Alquran. Hal ini amat dicintai Allah. Kedua, memahami isi Alquran. Ketiga, mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Keempat, mendakwahkan isi Alquran.

          Allah SWT telah gamblang menjelaskan bahwa Alquran adalah petunjuk bagi manusia. Tapi, masih banyak manusia yang mencari jalan selain dari Alquran. Mereka mengacuhkan Alquran. Mereka tidak mau beriman kepada Alquran. Mereka ada yang terganggu dengan bacaan Alquran. Mereka banyak yang menolak jika Aquran diterapkan. Mereka mengatakan Alquran sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Bahkan mereka berani mengatakan bahwa Alquran mengelang kebebasan. Dan yang miris, mayoritas dari mereka adalah muslim sendiri. Tindakan mereka jelas merupakan tindakan yang lancang kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

          Perilaku mencampakkan Alquran termasuk dosa besar. Diantaranya, tidak mau meyakini kebenaran Alquran, tidak mau mendengarkan dan tidak mau memperhatikan Alquran. Mengimani Alquran tapi tidak mau mempelajarinya. Mempelajari kandungan Alquran, tetapi jarang sekali membacanya. Sering membaca alquran, tetapi tidak mentadaburinya. Demikian pula tidak mau mengamalkan alquran. Tidak melaksanakan perintah-perintah Alquran. Tidak menjauhi larangan-larangan Alquran.

         Tindakan mencampakkan Alquran akan menjadikan pelakunya tenggelam dalam lumpur kesesatan yang nyata(QS An-nisa 4:60). Dadanya terasa sempit dan sesak meskipun dia memiliki harta banyak (QS. Al-An'am 6:125). Dia terkekang dalam kehidupan yang sempit lagi sulit dan kelak akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan buta (QS. Thaha 20: 124). Matahatinya buta sehingga tidak memahami kebenaran (QS. Al-hajj 22: 46). Hatinya bertambah keras sehingga tidak terkesan saat mendengar ancaman ataupun kabar yang baik (QS. Al-hadid 57: 16). Tindakannya zalim dan hina (QS. As-sajdah 32: 22). Setan menjadi teman setianya dan selalu menyertai dia dalam setiap gerak geriknya (QS. Az-zukhruf 43: 36). Allah SWT menjadikan dia lupa terhadap dirinya sendiri sehingga dia tergolong ke dalam barisan orang-orang fasik (QS. Al-hasyr 59: 9).

         Sebaliknya, Allah SWT mewajibkan untuk mengamalkan Alquran.

         Ramadhan adalah bulan Alquran. Karena itu seharusnya Ramadhan dijadikan oleh kaum Muslim momentum untuk kembali membumikan Alquran. Caranya adalah dengan menerapkan sekuruh isi Alquran dan berhukum hanya kepada Alquran, bukan yang lain. Karena itu wajib bagi seluruh kaum muslim  berhukum pada Alquran. Berhukum kepada Alquran adalah bentuk ketakwaan kepsda Allah SWT. 

Wallahu a'lam bi ashawwab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations