Dalam konsep belajar daring, ibu merupakan garda terdepan dalam keberhasilan pendidikan anak. Ibulah yang akan selalu membersamai anak dalam setiap aktivitas.

Oleh: Wahyu Utami

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengungkapkan banyak anak yang mengalami stres setelah menjalani pembelajaran oleh Ibu di rumah (Tribunnews.com 25/4/2020). Hal ini disebabkan banyak ibu yang gagap saat harus menjadi guru bagi anak di rumah. Jika selama ini banyak ibu yang pasrah pendidikan anaknya ke sekolah, di era pandemi ini harus menjadi guru bagi anak-anaknya. Padahal tidak semua ibu menguasai materi yang wajib diajarkan ke anak-anaknya. Kalaupun ibu menguasai, ternyata mereka kebingungan bagaimana cara menjelaskan dengan bahasa yang tepat kepada anak. Akhirnya ibupun menjadi emosional dan tidak sabar saat anak tidak paham dan ujung-ujungnya anak maupun ibu menjadi stres.

Urgensi Pendidikan anak

Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,  80% perkembangan pesat jaringan otak terjadi ketika anak berumur 8 tahun dan akan mencapai puncaknya pada umur 18 tahun.

Investasi terbaik yang bisa diberikan oleh orang tua untuk anak-anaknya adalah memberikan pendidikan yang terbaik di masa anak-anak sebelum mereka mencapai usia dewasa. Hal ini disebabkan pendidikan merupakan kebutuhan yang mendasar dan strategis. Oleh karena itu wajib meyiapkannya dengan baik dan terencana serta mempunyai visi yang jelas. Selain orang tua khususnya ibu, keberhasilan pendidikan anak ini membutuhkan peran sekolah, guru serta negara.

Peran Ibu

Dalam konsep belajar daring, ibu merupakan garda terdepan dalam keberhasilan pendidikan anak. Ibulah yang akan selalu membersamai anak dalam setiap aktivitas. Momen ini juga bisa digunakan oleh ibu agar semakin dekat dengan anak-anak dan memantau secara langsung perkembangan anak.

Visi pendidikan di dalam Islam adalah menyiapkan anak siap menjalankan misi penciptaannya yaitu sebagai abdullah dan khalifah Allah di muka bumi. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh ibu untuk mampu melaksanakannya secara optimal di antaranya :

Pertama, persiapan ruhiyah. Seorang ibu mempersiapkan diri untuk mampu mendidik anak-anaknya dengan aqidah Islam, mencintai Alloh dan Rasul-Nya serta menjalankan perintah Alloh dan menjauhi larangan-Nya. Dalam persiapan ruhiyah ini, para ibu harus memperbanyak taqorub ilalloh (mendekatkan diri pada Alloh), dzikrulloh, tilawah Al Qur’an dan lain-lain. 

Kedua, persiapan aqliyah atau ilmu. Seorang ibu harus mempunyai bekal ilmu  yang akan digunakan untuk mendidik anak-anaknya. Bekal ilmu ini meliputi  ilmu parenting, tsaqofah islam, pendidikan akhlaq dan budi pekerti, ketrampilan dasar seperti memasak dan juga ilmu-ilmu lainnya. Persiapan ilmu ini penting karena ibu akan menjadi madrosatul ula bagi anak-anaknya.

Ketiga, persiapan jasmani. Seorang ibu harus mampu menjaga kesehatan fisiknya dengan rajin melakukan olah raga dan menjaga makan makanan yang halal dan thoyyib.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations