Ustadz saya fulanah (nama disamarkan), saya ingin menanyakan suatu hukum, saya istri ke tiga, 4 bulan lalu saya memberi tahu istri ke dua dari suami bahwa saya sudah menikah dengan suaminya

Oleh : KH. Hafidin, S.Ag.


Pagi ini ada pesan masuk isinya seperti ini :

Assalamualaikum,

Ustadz saya fulanah (nama disamarkan), saya ingin menanyakan suatu hukum, saya istri ke tiga, 4 bulan lalu saya memberi tahu istri ke dua dari suami bahwa saya sudah menikah dengan suaminya. Hal ini di sebabkan karna kekecewaan saya terhadap suami, dan pada puncaknya saya sangat kesal dan akhirnya saya beri tahu istri ke dua nya. 

Sejak saat itu saya di diamkan sampai sekrang tidak di beri nafkah lahir dan bathin

 Saya tinggal di (Kota Bedar dan, nama kota disamarkan)  suami di luar kota. 

Saya di bilang istri yg durhaka, sadis dan kejam, pembangkang karna

Berbuat di luar dari yg sudah dia tetapkan (bahwa dia janji akan kasih tau,tp tunggu waktu yg tepat)

Ustadz apakah benar perbuatan saya ini adalah pembangkangan ,sadis dan kejam

Apakah perbuatan suami saya itu termasuk kezaliman terhadap istri ? Padahl suami saya orang yg paham agama malah banyak yg panggil beliau ustadaz.

Lalu saya harusnya bagaimana ustadz, setiap saya tanyakan status saya, beliau selalu bilang iya, nanti insyaallah ke Jkt, sabar saja. Selalu itu jawabannya dan saya merasa di gantung.

Atas isi pesan dari fulanah ini, saya memberi jawaban seperti ini :

Bertindak tanpa izin suami itu cukup memasukkan istri ke neraka. 

Bahagialah karena Allah menghukum anti di dunia, semoga Allah mengampuni anti. 

Bertaubatlah kepada Allah, minta maaflah dan patuhlah pada suami. Ini jalan yang paling indah bagi seorang istri. Jika ini dilakukan dengan Husnudzon yang baik kepada Allah dan suami anti, maka Allah pasti datang menghibur, menemani, membimbing dan menolong anti. InsyaAllah. 

Jadikan suami sebagai wasilah Ibadah kepada Allah, jangan berharap dunia sedikit pun dari suami. Fokus mencintai dan meraih Ridla Allah. Ini jalan terbukanya kebahagiaan dari Allah. 

Selamat berbahagia ya!

Fulanah mempertegas pertanyaan :

Lalu perbuatan suami ke saya bukannya suatu kezaliman? 

Saya menjawab :  Mintalah kepada Allah agar mata anti tidak melihatnya sebagai kedzaliman.

Fulanah memperjelas pernyataan :

Tidak kasih nafkah lahir batih, perhatian walau sekedar nanya kabar.

Saya meyakinkannya : Allah Maha memberi Rizki dan hiburan.

Saya juga mengingatkan : 

Melihat keburukan diri sendiri adalah Rahmat dan buah dari taubat.

Fulanah mengulang penegasan :

 Lalu saya harus sabar saja tidak ada kejelasan ?

Yg saya dengar beliau dlm masalah besar dengan yg kedua.

Saya menambah kekuatan spiritualnya: 

Tutuplah telinga dari aib suami dan doakan untuk kebaikannya.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations