Oleh: Maman El Hakiem

Silih bergantinya siang dan malam seperti gambaran suka dan dukanya perjalanan hidup manusia.

Namun. yang harus disadari pekatnya malam bukan berarti tanda berduka, begitupun cerahnya siang tidak selamanya bahagia. Tanda-tanda kekuasaan Allah SWT di alam ini adalah kebaikan bagi orang-orang yang mau berpikir dan menjadikan aturan-Nya untuk menghukumi setiap perilaku hidup manusia.

Sepulang dari aktifitas mengajar, Nina mempercepat laju sepeda motornya agar sampai di rumah sebelum maghrib karena aktifitas di luar bagi seorang akhwat tidak boleh sampai malam. Begitu sampai di rumah, ia bergegas memasuki kamarnya. Namun, kali ini ia agak tersendat langkahnya karena menemukan sepucuk surat di daun pintu kamarnya. “Kiranya ibu menyelipkan paket pos karena pintu kamar dikunci.” Begitu pikir Nina.

“Surat apa ya...?” Ucap Nina sambil mengambil surat warna coklat tesebut. “Masya Allah ini surat resmi dari panitia lomba karya literasi Islami yang aku ikuti sebulan yang lalu.” Hati Nina sudah tidak sabar ingin membukanya, maka ia segera masuk ke kamar dan duduk di kursi belajarnya.

Sampul surat warna coklat segera dibukanya, dua lembar kertas dari dalamnya segera dibaca oleh Nina. “Pemberitahuan pemenang lomba karya literasi Islami…” Jantung Nina terasa berdebar-debar, ia pun mencoba menenangkan diri karena dilihatnya pada bagian isi surat tercantum nama-nama pemenang lomba.

“Alhamdulillah…..namaku jadi pemenang pertama lomba literasi berhadiah umroh.” Ia seolah tidak percaya atas apa yang dilihatnya, ia mencubit tangannya dan tampak kesakitan. “Aku tidak lagi bermimpi…terimakasih ya Allah, begitu mudah cara Allah memberikan jalan-jalan untuk mengundang hamba-Nya mengunjungi Baitullah.” Nina sangat gembira tidak menyadari, jika ibunya menhampiri dan telah berada di sampingnya.

“Nak, tadi ada kiriman surat pos, kalau boleh tahu apa isinya?” Tanya Ibu.

Nina segera memeluk ibunya, air mata kebahagiaannya tumpah di bahu ibunya. “Mah,semua atas doa Mamah dan Papah yang saat ini damai di alam penantian sana. “Nina mendapat hadiah umroh karena terpilih menjadi yang terbaik dalam lomba penulisan literasi Islam.” Ucap Nina.

“Alhamdulillah…kau hebat Nak! Semua atas kegigihan hatimu untuk meraih mimpi mimpi dan istiqomah dalam ketaatan. Papah tentu sangat bahagia di alam sana, melihat dirimu nanti bertalbiyah mengelilingi kabah, berdoa di multazam-Nya.” Ucap Ibu semakin membuat Nina luruh hatinya dalam bayangan kabah.

“Ya..Mah, semoga Papah di sana juga merasakan bahagia karena mimpi anaknya akan segera terwujud.” Nina sudah tidak mampu lagi menahan kerinduannya, meskipun ia tahu bahagia itu belum sempurna karena belum bisa membahagiakan kedua orang tuanya untuk segera menikah. Bersabarlah sebentar, semua akan ada saatnya  selama ridlo atas kehendak-Nya. ( End) 

Wallahu’alam bish Shawwab.*

*cerita ini hanya rekaan, jika ada kesamaan nama tokoh dan latar cerita mohon maaf.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations