Oleh: Nasrudin Joha
Mungkin saja, ada seorang atau beberapa pemuda yang datang kepadamu, membawa seperangkat perbendaharaan dunia, untuk menjadikanmu istri, dan kelak ibu dari anak-anaknya.
pixabay

Mungkin saja, engkau menolaknya, karena dirimu menambah syarat, dari jumlah dan banyaknya perbendaharaan dunia.

Tapi mungkin juga, tak seorangpun pemuda yang datang padamu, bahkan dengan tangan hampa meminangmu untuk menjadi istri dan kelak ibu dari anak-anaknya. Bukan soal itu, bukan karena telah datang atau belum ada sesuatu atau seorang pun yang datang padamu.

Ini hanya soal diriku, yang menyengaja datang kepadamu. Berniat tulis ikhlas ingin meminangmu, yang kelak menjadi istri dan ibu bagi anak-anaku, anak-anak kita. 

Aku tiada membawa seperangkat perbendaharaan dunia, dimana engkau masih bisa menawar untuk menambah jumlahnya. Aku juga tiada datang dengan tangan hampa, yang dengan hanya bermodal nekat mendatangimu, dan berani lancang meminangmu.

Aku telah datang, bersama iman, bersama agama, bersama rasa tawakalku yang besar kepada Allah SWT. Ya, aku meminangmu dengan tawakal kepada-Nya.

Dengan Tawakal itu, kuserahkan seluruh urusan rezekiku, rezeki istri dan anak-anak ku kelak, kepada Allah SWT. Allah SWT adalah Rabb semesta alam, pemilik perbendaharaan Rezeki baik di langit juga di bumi.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations