Oleh: Sigit Nur Setiyawan
Beberapa hari yang lalu saya ketemu dengan seorang teman. Dia menceritakan soal maraknya orang khususnya YouTuber melakukan “eksploitasi” terhadap hantu.

Hantu tidak lagi dihindari, namun dicari untuk mendapatkan pundi pundi dolar. Dengan hanya berbekal lampu senter, handphone, dan penggorengan teplon serta sedikit kenekatan mereka mencari hantu yang lagi “apes” untuk ditimpuk, diketapel, ditendang dan lain sebagainya. Entah ini riel ataukah settingan semata. Hanya dia, crew dan Allah yang tahu.

Memang di dunia yang serbamodern, hantu tidaklah menjadi makhluk astral yang mengerikan bagi manusia. Justru konten live “pencari hantu” ini yang lagi laris ditonton. Entah karena penasaran, memacu adrenalin atau hanya sekedar iseng kepoin wujud penampakan.

Sampai ada anekdot yang berkembang,  mending ketemu hantu dapat duit dari pada ketemu razia keluar duit. Sebenarnya kalau kita lengkap kelengkapan berkendaranya, dan tidak melanggar aturan tidaklah perlu takut ketika ada razia. 

Kini memang razia lagi kenceng kencengnya digelar oleh aparat kepolisian.Setidaknya ada dua alasan kuat mengapa harus dilakukan razia sesering mungkin. Pertama karena kejahatan yang berbasis kendaraan bermotor semakin marak. Ya curanmor, begal, jambret, penipuan dll. Dan yang kedua karena banyaknya pemilik kendaraan bermotor yang tidak taat pajak. Entah alasannya ekonomi lesu tidak punya uang, takut uang pajaknya dikorupsi dan lain sebagainya. Yang jelas terjadi persepsi yang sama dan secara beraamaan yang menjadikan masyarakat pemilik kendaraan bermotor merasa malas bayar pajak.

BACA JUGA:

Dan jika dilihat dari indikasi kuat dilapangan ketika razia, sepertinya alasan ke 2 lebih logis. Hal tersebut diindikasikan banyaknya razia yang menyertakan mobil keliling pembayaran STNK. Jadi kalau mau tidak ditilang ya lunasi pajaknya. Kalau tidak mau ya terpaksa dilakukan penilangan. Maka anekdot mending ketemu hantu dari pada ketemu razia itu memang benar adanya.

Pertanyaan kritis lainnya adalah, mengapa negara nafsu banget menarik pajak apapun dari masyarakat? Tidak lain dan tidak bukan karena memang sebagian besar APBN kita diperoleh dari pajak. Dan salah satu pajak yang nilainya cukup tinggi adalah pajak ke daraan bermotor. Walaupun secara potensi besar, namun penerimaan negara dari sektor tersebut tidak maksimal karena banyaknya orang yang tidak mau atau malas membayar pajak tahunan kendaraan bermotor.

Alasan selanjutnya karena APBN kita terbebani oleh hutang dan pembayaran ribanya. Jumlah yang harus dibayarkan mencapai ratusan trilyun rupiah. Jelas ini sangat sangat membebani APBN.

Terakhir pemerintah juga berencana untuk menarik pajak online shop dan youtuber. Karena disadari ataupun tidak, penghasilan mereka jauh diatas rata rata orang yang bekerja seperti biasa. Yang kerja biasa dengan gaji yang biasa saja dikenakan pajak, masak yang kerjanya dirumah, jalan jalan namun penghasilan puluhan hingga ratusan juta tidak dikenakan pajak? Negara rugi dong.

Jadi kembali lagi ke soal hantu. Kalau memang benar rencana itu terjadi, pihak yang akan paling “dirugikan” adalah hantu. Kedepan mereka para hantu akan dieksploitasi melebihi ambang batas maksimal yang mereka bisa lakukan. Kasian sekali kamu hantu, reputasimu kalah seram dengan penarik pajak. Sungguh menyedihkan kamu Cong!

YOUR REACTION?

Facebook Conversations