Oleh : Ustadz Zarochman
Aktivis dakwah Semarang

Sampai pada Perintah Membakar Ibrahim Hidup-Hidup

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ayyuhal ikhwah, dalam Al-Qur’an dikisahkan bahwa Ibrahim Alaihissallaam akan menjalani tipu dayanya untuk menghancurkan berhala-berhala mereka, setelah mereka meninggalkan tempat berhala itu, sebagaimana dikisahkan pada QS. Al-Anbiya : 57,

وَتَاللَّهِ لأكِيدَنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ

”Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.” 

Demikian ucapan Ibrahim Alaihissallaam dalam hatinya. Ibnu Katsir menerangkan, al Kholil Ibrahim Alaihissallaam bersumpah dengan sumpah yang didengar oleh sebagian kaumnya, sesungguhnya dia akan menipu-daya berhala-berhala mereka, yaitu sesungguhnya ia amat antusias untuk menyadarkan mereka dengan menghancurkan berhala-berhala mereka setelah mereka pergi meninggalkannya menuju perayaan hari kebesaran mereka. Karena mereka memiliki satu hari besar dimana pada saat itu mereka keluar. 

Selanjutnya kisah fenomenal keberanian seseorang sendirian Ibrahim Alaihissallaam menghancurkan berhala-berhala itu hingga berkeping-keping di tengah kaumnya penyembah berhala yang tak satupun berada dipihaknya termasuk orang terdekatnya yaitu ayahnya Aazar yang sangat dihormati dan dicintainya, lalu diabadikan dalam QS. An-Nabiya : 58 -68 sampai pada hukuman mati dengan cara membakar hidup-hidup. 

Diantara semua puing-puing berhala itu kecuali satu berhala yang paling besar dibiarkan utuh, sebagai pancingan hujjaj untuk membuktikan bahwa berhala yang paling besar sebagai sesembahan itu memang tidak bisa berlaku apa-apa karena memang benda mati sehingga memperlihatkan kebodohan mereka terbongkar. Setelah bantahan-bantahan mereka itu kalah dan kebenaran menjadi terang, mereka lalu menggunakan kekuasaan mereka. 

Betapa beraninya tokoh yang satu ini, betapa besar kuat dan tangguh pribadinya, jiwanya dari seorang tokoh yang satu ini yaitu Nabi Ibrahim Alaihissallaam. Sementara Raja, bapaknya, semuanya menentang tauhid sehingga mereka sepakat untuk membakar hidup-hidup Nabi Ibrahim Alaihissallaam. 

Bila dalam satu kantor ada seseorang atau beberapa yang jujur kemudian menyampaikan kejujurannya kepada pemimpinnya yang tidak jujur maka bisa jadi mereka itu atau seseorang yang dianggap paling senior disingkirkan dari jabatannya atau diposisikan pada tempat yang kering atau dikotak atau dipindahkan ke luar kantor. Tapi ini laki-laki Nabi Ibrahim Alaihissallaam, satu-satunya yang tetap berani berjiwa tangguh tanpa ragu, namun sikapnya hanif, hanifan musliman, berakidah lurus, tetap menyebarkan tauhid di hadapan manusia seluruhnya termasuk raja dan bapaknya yang sangat disegani dan dihormati yang menentang tauhid. 

Toh, dengan jiwa TAUHID YANG KOKOH, shohihul i’tiqod tak sedikitpun bergeming rasa gentar, dengan pandangan mata yang tenang dan meyakinkan ketabahan pribadinya menghadapi siksa pembakaran hidup-hidup di tengah kaumnya yang sangat dia kenal dan penuh rasa tanggung jawab itu. Sugguh tidak ada siksaan yang kejam dan paling berat ketika itu berupa pembakaran hidup-hidup. Sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur’anil-karim,

قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ

”Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhankamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.” QS. Al-Anbiya’ : 68.

Keputusan mahkamah telah dijatuhkan, Nabi Ibrahim Alaihissallaam harus dihukum dengan dibakar hidup-hidup dalam api yang besar, sebesar dosa yang telah dilakukan menurut versi musyrikin penyembah berhala. Persiapan bagi upacara pembakaran yang akan disaksikan oleh seluruh rakyat sedang diatur. 

Tanah lapang bagi tempat pembakaran disediakan dan diadakan pengumpulan kayu bakar dengan sebanyak- banyaknya, dimana tiap penduduk secara gotong-royong harus mengambil bahagian membawa kayu bakar sebanyak yang ia dapat sebagai tanda bakti kepada tuhan-tuhan persembahan mereka yang telah dihancurkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissallaam. 

Berduyun-duyunlah para penduduk dari segala penjuru kota membawa kayu bakar sebagai sumbangan dan tanda bakti kepada tuhan mereka. Di antaranya terdapat para wanita yang sedang hamil dan orang yang sakit yang membawa sumbangan kayu bakarnya dengan harapan memperoleh barokah dari tuhan-tuhan mereka dengan menyembuhkan penyakit mereka atau melindungi yang hamil dikala ia bersalin. Setelah terkumpul kayu bakar dilapangan yang disediakan untuk upacara pembakaran dan tertumpuk serta tersusun laksana sebuah bukit, berduyun-duyunlah orang datang untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman atas diri Nabi Ibrahim Alaihissallaam. 

Kayu lalu dibakar dan terbentuklah gunung berapi yang dahsyat yang sedang berterbangan diatasnya berjatuhan terbakar oleh panasnya udara yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu. Kemudian dalam keadaan terbelenggu, Nabi Ibrahim Alaihissallaam diangkat ke atas sebuah tempat yang tinggi lalu dilemparkan ia kedalam tumpukan kayu yang menyala-nyala itu dengan iringan firman Alloh ’Azza Wajalla :

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ

"Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim." (QS. Al-Anbiyaa’ : 69).

Sejak keputusan hukuman dijatuhkan sampai saat iadilemparkan ke dalam bukit api yang menyala-nyala itu, Nabi Ibrahim Alaihissallaam tetap menunjukkan sikap tenang dan tawakkal karena kelurusan iman yang kokoh, shohihul i’tiqod, penuh keyakinan bahwa Alloh ’Azza Wajalla tidak akan rela melepaskan hamba pesuruh-Nya menjadi makanan api dan kurban keganasan orang-orang kafir musuh Alloh ’Azza Wajalla.

Maha Benar Alloh dengan segala firman-Nya.

Astaghfirullohal azhim

Allohumma sholi ’ala muhammad

رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًاوَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا.رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Ya Alloh, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Alloh.

Ya Alloh, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zhalimitu. Aamiin

YOUR REACTION?

Facebook Conversations