Oleh : Ust Zarochman
Aktivis Dakwah Semarang

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ayyuhal ikhwah, rohiman warohima humulloh. Alhamdulillah, sampai detik ini in syaa Alloh kita selalu dalam naungan Alloh dengan bersandar kepada ketauhidan yang benar dan janganlah sekali kita keluar dari perlindungan Tuhan Yang Esa yaitu Alloh Subhanallohu wata’ala, karena hakikat beribadah adalah meng-Esa-kan Alloh ’Azza wajalla artinya menyembah-Nya dengan tidak menyekutukan sesuatupun kepada-Nya.

Syekh Abdulloh bin Abdul Aziz bin Baz mengungkapkan kitab shahih Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal bahwa Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Hak Alloh yang wajib dilakukan oleh hamba-hamba-Nya adalah bahwa mereka harus menyembah-Nya dengan tidak menyekutukan sesuatupun kepada-Nya.” Dan yang demikian itulah ketauhidan merupakan pangkal ibadah.

Adapun bentuk pengabdian seorang hamba kepada Alloh, seperti : berdoa, takut, mengharap, shalat, puasa, menyembelih hewan, bernadzar dan lain-lain dari semua ibadah yang ta’at kepada Alloh dibarengi rasa takut, cinta yang utuh dan perasaan kecil dihadapan keagungan-Nya. Sebagaimana firman-firman Alloh yang turun dengan membawa pesan pokok yang agung ini, diantaranya :

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَمُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ. أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ  .

”Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS. Az=Zumar : 2,3.)

وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ

”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia” (QS. Al-Isro’ :23.)

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

”Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai (nya).” (QS. Al-Mukmin :14.)

Demikianlah beberapa pesan Alloh yang Agung ini, jangan sampai malahan diputar balik kepada kejahiliyahan yakni dengan peniadaan tuhan yang esa menjadi tuhan yang berkebudayaan ataupun lainnya yang bertentangan dengan petunjuk wahyu Alloh. 

Setiap muslim yang menyadari keagungan Tuhan-Nya pastilah akan mentauhidkan Alloh ’Azza wajalla dalam kehidupannya, tidak menuhankan majikan, tidak menuhankan harta dan jabatan, tidak menuhankan kemampuan dan kecerdasan yang dikaruniakan Allah Subhanallohu wata’ala, dan menganggap besar dosa kesyirikan terhadap Allah Subhanallohu wata’ala, sampaipun syirik kecil, riya. 

Sehingga ia benar-benar menjauhi kesyirikan,takut kepadanya, berlindung dari terjerumus ke dalamnya, dan meminta ampun atas kesyirikan yang tidak disadarinya. Inilah aqidah yang benar adalah dasar idiologi Islam serta pondasi Agama, dikarenakan seluruh amalan tidaklah sah dan diterima disisi Alloh kecuali didasarkan atas aqidah yang benar. Dan jika pernah terjerumus ke dalamnya, ia bertaubat kepada Allah Subhanallohu wata’aladarinya. Dan siapa yang bertaubat dari salah satu bentuk dosa, maka ia laksana orang yang tak pernah melakukan dosa tersebut. 

Maka haruslah kita segera bertobat, terlebih ketika Alloh sedang memperingatkan dengan bencana apapun, termasuk Pandemi covid 19 yang masih berlansung ini.  Semoga semua umat sebangsa sarujuk, semua kembali kepada jalan yang benar, semoga Alloh Subhanallohu wata’ala berkenan membebaskan dari semua bencana dari negeri ini. Walloh’alam bish showab.

Astaghfirullohal ‘azhim

Allohumma shol’ala muhammad

رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ. وَنَجِّنَابِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang dzholim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.”

Aamiin

YOUR REACTION?

Facebook Conversations