Oleh: Cimiw
Ibu Pendidik Generasi

Umat Islam pernah merasakan kejayaannya kurang lebih 1400 tahun/14 abad dalam naungan Khilafah.

Sekarang sudah 100 tahun tanpa Khilafah, berarti 240 tahun yang lalu umat Islam berada pada masa kedigdayaannya, yang menguasai 2/3 dunia, menoreh tinta keemasan peradaban yang gemilang. 

Hingga pada abad ke 12 H / 18 M, dunia Islam mengalami kemorosotan dan kemunduran yang paling buruk. Walau berbagai upaya telah dilakukan agar Islam  bangkit kembali tetapi ternyata berakhir pada kegagalan. Berusaha bangkit lagi lalu gagal lagi terus menerus sampai akhirnya Daulah Islam runtuh pada 3 Maret 1924 M.

Hingga kini kita saksikan betapa tanpa Khilafah kaum Muslim senantiasa dalam kesengsaraan tak berkesudahan, darah dan kehormatannya tak lagi berharga, terkotak-kotak atas nama Nasionalisme. Dan paling parah adalah ketika ajaran Islam satu persatu di preteli. Mengenaskan bukan ?

Kembali lagi pada kemunduran dunia Islam sebelum runtuhnya ternyata disebabkan oleh lemahnya pemahaman kaum Muslim terhadap Islam yang parah, dan merasuk ke dalam pikiran kaum Muslim secara tiba-tiba. 

Salah satu sebab Daulah Khilafah Islamiyyah runtuh adalah serangan pemikiran dari musuh-musuh Islam. Dimana pada saat itu kaum Muslim di bombardir pada pemikiran bathil mereka, yang memalingkan kaum Muslim pada ajaran Islam yang sebenarnya. Secara perlahan kaum Muslim menanggalkan ajarannya. 

Penyebab lemahnya pemahaman kaum Muslim terhadap Islam di awali ketika diremehkannya bahasa Arab dalam peranannya untuk memahami Islam, sehingga kekuatan yang dimiliki bahasa Arab dengan kharisma Islam terpisah.

Mengapa bisa ?

Karena bahasa Arab memiliki kekuatan besar yang turut mengembangkan kharisma Islam namun tidak dipakai secara global. Islam dan bahasa Arab merupakan satu kesatuan, Islam tidak mungkin dapat dilaksanakan secara sempurna kecuali dengan bahasa Arab. Kemudian dengan meremehkan bahasa Arab sama seperti menghilangkan ijtihad terhadap syari'at, sebab syarat ijtihad adalah memahami bahasa Arab

Bahasa Al-Qur'an adalah bahasa Arab. Al-Qur'an selain sebagai kitab suci, ia juga sebagai pedoman hidup kaum Muslim disamping Sunnah Rasulullah SAW. Di dalamnya terkandung hukum-hukum Allah, aturan-aturan hidup dari Allah. Dari kita hidup sebelum di dunia, ketika kita hidup di dunia, dan gambaran setelah hidup di dunia semua tercakup dalam Al-Qur'an. 

Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah sebagai patokan sumber hukum ketika Khalifah mengambil hukum sesuai dengan hukum-hukum Allah SWT. Ada banyak ilmu-ilmu Al-Qur'an yang bernilai besar untuk kehidupan, yang pengetahuannya bermanfaat besar juga untuk kehidupan di dunia dan akhirat. 

Para aktivis Islam berusaha untuk membangkitkan kembali kaum Muslim tapi belum mencapai keberhasilan penyebabnya yaitu :

1. Tidak adanya pemahaman yang mendalam mengenai fikroh (pemikiran) Islam  dikalangan para aktivis kebangkitan Islam.

2. Fikroh yang kurang mendalam ini membuat perjuangan aktivis Islam untuk membangkitkan kembali kaum Muslim menemui kegagalan karena pemahaman ini ternyata tersusupi oleh unsur-unsur terselubung, seperti :

a. Filfasat Asing (India, Persia, Yunani)

Filfasat-filfasat ini sangat berbahaya karena bertentangan dengan Islam secara keseluruhan yang hasilnya bisa mempengaruhi kaum Muslim yang menjerumuskan dalam kesalahan dengan berupaya mengkompromikan Islam dengan filfasat-filfasat ini, menimbulkan interpretasi dan penafsiran yang menjauhkan sebagian arti dan hakikat Islam sebenarnya, serta bisa memperlemah pengetahuan Islam dalam benak kaum Muslim

b. Masuk Islam nya sekelompok orang-orang Munafik yang menyimpan rasa dendam dan kebencian terhadap Islam. Hal ini mengakibatkan manipulasi terhadap ajaran-ajaran Islam, berupa pemahaman yang bukan dari Islam bahkan bertentangan dengan Islam. Contoh saat ini misalnya ada ketika ormas besar Islam disusupi oleh orang-orang kafir dan munafik, seakan-akan mereka membela kaum Muslim pada kenyataannya adalah mengadu domba kaum Muslim, menjauhkan kaum Muslim dari ajaran Islam yang benar.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations