Sedekah adalah infak sunah yang sangat dianjurkan terlebih di bulan suci Ramadan ini. Rasulullah saw dalam membelanjakan harta untuk sedekah ini secepat angin, artinya menjadikan kebiasaan sehari-hari tanpa menoleh besar kecilnya.

oleh: Maman El Hakiem

Sedekah adalah pembelanjaan harta pada seseorang yang memang membutuhkan dengan tujuan mencari kebaikan atau pahala,tanpa adanya kompensasi, semata-mata dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedekah adalah infak sunah yang sangat dianjurkan terlebih di bulan suci Ramadan ini. Rasulullah saw dalam membelanjakan harta untuk sedekah ini secepat angin, artinya menjadikan kebiasaan sehari-hari tanpa menoleh besar kecilnya.

Kebiasaan bersedekah ini, justru membuat beliau sebaliknya sangat berhati-hati saat ada yang memberinya harta, meskipun satu biji kurma, takut itu sebagai harta sedekah baginya. Kenapa demikian, apa tidak boleh menerima sedekah? Sedekah adalah haknya mereka yang membutuhkan, dalam sebuah keterangan ketika harta penerima sedekah yang dimilikinya kurang dari 50 dirham (satu dirham=2,95 gram perak). Mereka yang memiliki harta di atas 50 dirham tidak layak atas sedekah.

Karena itu Rasul lebih suka kalau harta itu berupa hadiah, bahkan menganjurkan umatnya untuk saling memberi hadiah. Hadiah itu apa? Tidak lain harta yang dibelanjakan pada seseorang sebagai bentuk penghormatan atau karena adanya kedekatan tali persaudaraan. Saling memberi hadiah itu akan menguatkan rasa kasih dan sayang sesama saudara. Hadiah itu berupa harta bergerak, sedangkan jika bentuknya harta tidak bergerak dinamakan hibah.

Sementara sedekah tidak hanya bentuknya harta, bisa juga jasa atau kebaikan lainnya. Sedekah dengan jasa misalnya menolong orang dalam kesulitan saat segalanya serba online, menggratiskan kuota bisa dikatakan sedekah. Cuma tadi, jika memang benar-benar membutuhkan, karena sedekah akan menjadi haram dimakan oleh orang yang bercukupan. Sedekah harus diutamakan bagi mereka yang fakir dan miskin, yang kehidupan sehari-harinya tidak mencukupi. Karena itu sebaik-baiknya sedekah dilakukan oleh negara dalam memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya. Jangan sampai justru negara yang meminta sedekah dari rakyatnya.

Ada yang keliru apa yang dilakukan negara saat ini, perbedaan antara zakat, infak dan sedekah sepertinya disamarkan, padahal perbedaannya jelas sekali. Harta zakat, terlebih dari zakat harta(mal) penggunaannya tidak bisa diganggu gugat untuk delapan kelompok sebagaimana perintah Allah SWT, sedangkan zakat fitrah adalah berupa bahan pokok dengan takaran tertentu untuk makan fakir miskin di hari raya. 

Jika negara masih saja membidik harta kaum muslimin dari kas zakat ini untuk sarana, apalagi sekedar dana segar yang gratis, apa gak malu ya? Harusnya pendapatan dari pemanfaatan kekayaan alam sudah cukup untuk membuat sarana fasilitas umum dan rakyat sejahtera. Faktanya  malah sebaliknya negara kemaruk harta sedekah dan zakat juga. Harusnya negara memuntahkan segala uang hak ibadah kaum muslimin, seperti dana haji, zakat dan lainnya yang selama ini ditelan mentah mentah.

Wallahu'alam bish Shawwab.*

YOUR REACTION?

Facebook Conversations