Oleh : Zahbia dina Latifah, S.Pd

Keluarga merupakan entitas penting di tengah-tengah masyarakat. Darinya akan lahir sosok-sosok yang diharapkan bangsa.

Dengan ajaran agama yang disuasanakan dalam keluarga maka akan terbentuklah generasi yang tunduk pada pencipta dan memahami hakikat kehidupan sebagai ladang untuk meraih sebanyak-banyak amal shalih sebagai bekal di akhirat kelak.

Sayangnya, kecintaan yang mendalam terhadap agamanya ini terus menerus diisukan dengan narasi negatif berlabel "radikalisme". Kata radikal sendiri bermakna 'secara mendasar' ( sampai kepada hal yang prinsip). Secara istilah tak ada yang perlu dipersoalkan dengan hal ini sebenarnya, tatkala mempelajari suatu ilmu secara detail dan mengakar. Bukankah sangat bagus? Karena dengan itulah seseorang menjadi pakar dalam suatu keilmuan. Begitupula dengan ajaran agamanya.

Disinilah peran keluarga untuk memahami secara utuh dan cerdas hendak kemana narasi ini dibuat. Tidak ada yang salah sama sekali dengan mencintai agama sendiri dengan sempurna dan menyeluruh (kaffah) dari bangun tidur hingga bangun negara. Sehingga anggota keluarga akan tetap bangga dengan ajaran yang notabene nya dari wahyu tersebut dan tidak terkecoh dengan arahan narasi dangkal untuk beragama secara setengah-setengah dan minimalis.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations