Oleh: Sigit Nur Setiyawan
Ayah adalah sosok yang sangat penting dalam keluarga. Karena dipundaknyalah segala tanggung jawab keluarganya diemban. Terutama didalam pendidikan bagi anak-anaknya.

Namun fenomena dewasa ini berkata lain, setiap pertemuan pertemuan parenting yang hadir mayoritas para ibu. Apalagi pertemuan sharing kondisi belajar di sekolah. Mayoritas yang datang adalah kaum ibu. 

Entah karena berbagi tugas dengan ibu atau memang para Ayah merasa kurang perlu untuk hadir mengikuti sharing kondisi belajar anak anaknya di sekolah. Andai alasanya yang terakhir ini, sungguh para Ayah harus banyak istighfar, dan perlu merenung kembali siapa sebenarnya pihak yang paling bertanggung jawab dalam masalah pendidikan anak anak?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari: 2278).

Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma berkata,

‎أدب ابنك فإنك مسؤول عنه ما ذا أدبته وما ذا علمته وهو مسؤول عن برك وطواعيته لك

“Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu.” (Tuhfah al Maudud hal. 123).

Tanggung jawab dalam pendidikan mutlak tanggung jawab Orang tua. Para pendidik yang mendidik anak di sekolah–sekolah, hanyalah partner bagi orang tua dalam proses pendidikan anak. Dan peran seorang ayah haruslah dominan dalam memastikan semua berjalan sebagaimana mestinya. 

BACA JUGA: Ibu, Pulanglah Ke Rumah, Peluklah Anak-Anakmu

Orang tua yang berusaha keras mendidik anaknya dalam lingkungan ketaatan kepada Allah, maka pendidikan yang diberikannya tersebut merupakan pemberian yang berharga bagi sang anak, meski terkadang hal itu jarang disadari. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Al-Hakim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎ما نحل والد ولده أفضل من أدب حسن

“Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” (HR. Al Hakim: 7679).

Pendidikan adalah investasi dunia akhirat bagi orang tua. Suksesnya orang tua mendidik menjadi anak yang sholeh yang berkepribadian Islam menjadikan pahala yang terus mengalir walau orang tua telah meninggal dunia. 



YOUR REACTION?

Facebook Conversations