Oleh : R. Khadijah

Peristiwa yang menyayat hati, kembali terjadi di negeri ini. Ibu yang berinisial MT berusia 30 tahun, tega membunuh ketiga anak kandungnya di Nias Utara.

 "Tersangka MT dinyatakan oleh dokter umum piket RSUD Gunung Sitoli telah meninggal dunia di RSUD Gunung Sitoli " ungkap Perwira Urusan Hubungan Masyarakat ( Paur Humas ) Polres Nias Aipto Yadsen Hulu kepada wartawan, Minggu 13 Desember 2020. Sebelumnya ditempat lain juga terjadi peristiwa yang sangat miris. Seorang ibu melakukan penganiayaan kepada anak perempuannya yang berusia 8 tahun hingga tewas. 

Polres Lebak Banten berhasil mengungkap motif pembunuhan tersebut. Kasat Reskrim Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma menyatakan ibu korban melakukan penganiayaan karena putrinya sulit memahami pelajaran saat PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh ). Pelaku berinisial IS mengaku menganiaya korban pada tanggal 26 Agustus 2020 lalu hingga tewas.

Peristiwa ini terjadi akibat ibu yang hidup penuh dengan beban berat akibat himpitan ekonomi yang sangat sulit karena kemiskinan dan rumitnya kebijakan PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh ). Mereka adalah korban pemberlakuan sistem yang salah, yakni sistem Sekuler Demokrasi Kapitalis. Bukti ironi sistem demokrasi dan kapitalis dalam kasus ini adalah  Saat suami nyoblos dengan harapan dapat pemimpin baru, istri dan anaknya malah kehilangan harapan hidup. Disisi lain demokrasi yang merupakan sistem buatan manusia yang banyak kekurangan selalu menghasilkan aturan atau kebijakan yang penuh dengan permasalahan. 

Salah satunya adalah kebijakan PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh ) saat pandemi yang malah membebani rakyat. Karena rakyat dipaksa menanggung sendiri beban fasilitas PJJ tersebut seperti gadget, kuota internet dan kurikulum yang rumit membuat ibu yang memiliki keterbatasan dalam mengajar anak semakin terbebani.

Peristiwa ini semakin menambah deretan panjang kasus kemiskinan akibat kerusakan sistem dan lepasnya tanggung jawab penguasa sebagai pelayan kebutuhan masyarakat. Kemiskinan seringkali menjadi penyebab utama munculnya tindakan kejahatan. Pada dasarnya kemiskinan di negeri ini bukan kemiskinan akibat malasnya rakyat. Tapi kemiskinan tersebut muncul karena penguasa tidak bisa memberikan kesempatan bagi rakyat  khususnya kaum laki-laki untuk mendapatkan pekerjaan dan kesejahteraan. Sehingga mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Hal tersebut merupakan hasil penerapan dari sistem kapitalis di negeri ini. Sistem kapitalis membuat kekayaan alam yang seharusnya dimiliki dan bisa dinikmati oleh rakyat justru dikuasai para pemilik modal. Sumber daya alam berupa emas, migas dan sumber daya alam lainnya yang melimpah bisa dikuasai oleh individu ( swasta ). Sehingga kekayaan alam yang dimiliki negara  tidak bisa didistribusikan ke rakyat dengan adil. 

Rakyat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok mereka. Kapitalisasi di sektor pelayanan publik membuat negara berlepas tangan untuk menjamin pelayanan kebutuhan publik seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan. Rakyat dibiarkan memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan ekonomi. Bagi mereka yang mempunyai penghasilan ekonomi rendah mustahil bisa mendapatkan kehidupan yang layak. Sedangkan mereka yang berpenghasilan tinggi dengan mudahnya bisa memenuhi segala kebutuhannya. Sistem demokrasi melahirkan penguasa bukan sebagai pelayan rakyat tapi pelayan korporat. Karena para korporat inilah yang membiayai mereka saat pemilu sehingga bisa mengantar mereka menjadi penguasa. Tak heran maka saat menjabat para penguasa tersebut hanya sebagai regulator yaitu pembuat aturan yang sejalan dengan kebutuhan para korporat.

Semua peristiwa yang memiriskan itu tidak akan terjadi jika urusan rakyat semuanya diatur oleh Islam. Islam bukan agama ritual saja, Islam adalah agama Ideologis yang mengatur seluruh kebutuhan manusia. Termasuk di dalamnya aturan pemenuhan kebutuhan dasar setiap rakyat. Hal tersebut bisa terwujud jika aturan Islam secara praktis diterapkan oleh sebuah institusi negara yaitu Khilafah Islam. Secara syar'i Khilafah hadir sebagai pengurus kebutuhan umat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw : " Imam / khalifah / kepala negara adalah pengurus rakyat, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas pengurusan rakyatnya". ( HR. Al Bukhari ).  

Sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban negara untuk menjamin kebutuhan pokok rakyat yakni keamanan, kesehatan dan pangan harus dicukupi. Mekanisme dalam khilafah untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat yang meliputi sandang, pangan dan papan dipenuhi secara tidak langsung. Dengan cara menyediakan lapangan pekerjaan dan kesempatan bekerja yang luas khususnya bagi kaum laki-laki dewasa untuk mencari nafkah sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena secara syariah laki-laki harus menanggung nafkah istri, anak-anaknya dan siapa saja yang menjadi tanggung jawabnya. 

Dengan demikian para kaum ibu bisa fokus menjalankan kewajibannya sebagai pengurus rumah tangga ( al umm wa rabbatul bait ) dengan baik tanpa harus terbebani untuk mencari nafkah. Banyaknya lapangan pekerjaan tersebut bisa tersedia karena kekayaan alam yang melimpah menjadi kekuasaan penuh negara untuk mengelolanya tanpa ada campur tangan pihak asing. Sebagaimana sabda Rasulullah saw : " Umat muslim berserikat atas tiga hal : Padang rumput, air dan api ". ( HR. Abu Dawud ). Adapun pemenuhan kebutuhan dasar publik seperti kesehatan, pendidikan dan keamanan dipenuhi secara langsung oleh negara. Ditanggung secara mutlak oleh negara sehingga rakyat mudah mendapatkannya. 

Khilafah akan memfasilitasi kebutuhan rakyat secara gratis dan berkualitas. Pembiayaan untuk umat tersebut bersumber dari Baitul Mal. Ada dua sumber Baitul Mal yakni : (1) Pos Fa'i dan Kharaj yang merupakan kepemilikan umum seperti ghonimah, khumus ( seperlima harta rampasan perang ), jizyah dan dhariibah ( pajak ). (2) Pos kepemilikan umum seperti tambang minyak dan gas, hutan dan hima ( milik umum yang pengunaannya telah dikhususkan ).

Hanya Khilafah Islam yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan umat tanpa menimbulkan masalah baru. Sistem yang berasal  dari sang pencipta Allah swt yang memahami hakikat manusia, sehingga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan manusia. Dengan Khilafah, kesejahteraan akan menyelimuti seluruh negeri.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations