Ust Zarochman
Aktivis Dakwah Semarang

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ayyuhal ikhwah, rohiman warohima humulloh. Alhamdulillah, dengan niat lurus ikhlas (shohihul qosdi) adalah awal untuk meniti perjalanan panjang dan berat ingin mendapatkan ridho Alloh, sambil bertahan dalam berkeinginan yang benar atau lurus (tsabat fi shohihul irodah).

Hari ini, kita in syaa Alloh masih istiqomah dalam ketaatan kepada Alloh. Dan kini kita tengah berada dalam periode dua hari Raya : 'idhulfitri dan 'idhul Ad'ha, dan kini mendekati menuju pada Hari Raya 'Qurban'.

Keduanya adalah hari kemenangan umat mukmin yang :

(1) berhasil memperoleh/meraih pengampunan Alloh lalu istiqomah dalam keadaan shohihul irodah, ridho dan diridhoi Alloh, rodhiyatan mardhiyah, dan 

(2) berhasil meraih aqidah yang di contohkan Nabiyulloh Ibrahim Alaihissalam dan keluarganya (Ismail dan Siti-Hajar ummu Ismail) lalu istiqomah dalam keimanan, shohihul i'tiqod. Suatu keberuntungan sejati dan inilah hari raya bagi peraihnya yang dengan kesabaran berikhtiyar berpegang padan nash syar’i yang lurus (shohihul ‘ilm).

Ayyuhal ikhwah, kita sadari bahwa kita selalu dalam pengawasan-Nya, إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَاد, sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. Bahkan tak ada sedikitpun semuanya termasuk daun yang jatuh pun tidak luput dari pengawasan Alloh ‘azza wajalla. 

Karena itu, ayyuhal mukminun rohimahulloh, kita terus mengupayakan agar taqwa itu Istiqomah  dalam ketaatan kepada Alloh dengan ber-i'tibat mengikuti Rosul-Nya, sehingga memiliki keimanan yang kokoh dan selalu berada dalam keridhoan Alloh Subhanallohu wata'ala. Dengan demikian kita mendawamkan hari raya, penuh kedamaian, ketenangan dan kebahagian nan sejahtera. Alloh Subhanallohu Wata’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِوَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali-‘Imron 102.)

Menjaga ketaqwaan sehingga mati dalam keadaan iman merupakan saat wafat yang baik, husnul khotimah, juga merupakan hari raya bagi jenazah itu. Tentu pihak keluarga yang ditinggalkan merasa ikhlas dan bahagia, ber-‘istirja’ dengan lega atas kepergian sang jenazah mengawali kehidupan yang lebih panjang hingga selamanya. Anas bin Malik menuturkan, bahwa seorang mukmin itu memiliki 5 hari raya, yaitu: 

(1)-Setiap hari yg dilalui seorang mukmin sementara ia tercatat tidak berdosa pada hari tersebut. (2)-Hari ketika seorang mukmin wafat meninggalkan dunia dengan membawa iman. 

(3)-Hari ketika seorang mukmin melewati jembatan shirat dan selamat dari huru hara hari kiamat.(4)-Hari ketika seseorang mukmin memasuki surga. 

(5)-Hari ketika seorang mukmin melihat Tuhannya. (Anas bin Malik rhodhiyallohu ‘anhu).  

Bagi hamba Alloh ketika mereka di dunia kembali pada ketauhidan yakni meng-Esa-kan Alloh (istiqomah pada ketaqwaan dan keimanan) maka bermanfaat bagi mereka sehingga memasuki Surga untuk selamanya dan merupakan keberuntungan yang paling besar, sebagaimana firman Alloh  Subhanallohu Wata’ala,

قَالَ اللَّهُ هَٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْۚ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًاۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Alloh berfirman, "Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung." QS. Al-Maidah : 119.

Ayyuhal ikhwah, dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir diterangkan, Alloh Subhanallohu Wata’ala, memberikan jawaban kepada hamba dan Rosul-Nya, ‘Isa putera Maryam ‘alaihissalaam, mengenai pembebasan dirinya dari kaum Nasrani yang ingkar lagi mendustakan Alloh dan Rosul-Nya, dan mengenai pengembalian kehendak kepada Alloh ‘azza wajalla, mengenai mereka, maka pada saat itu Alloh Subhanallohu Wata’ala berfirman, “Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenaran mereka”, maksudnya, ‘itulah hari ketika ketauhidan orang-orang yang meng-Esa-kan Alloh (ketika mereka di dunia) memberi manfaat bagi mereka’. 

Lalu Alloh Subhanallohu Wata’ala berfirman, ”Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada-Nya”, ‘maksudnya, mereka akan tinggal di dalam Surga itu dengan tidak mengalami perubahan, dan tidak pula mengalami kebinasaan (kematian) dan Alloh ridho terhadap mereka, dan mereka ridho kepada Alloh Subhanallohu Wata’ala .“Itulah kemenangan yang agung," maksudnya keberutungan yang paling besar dan tidak ada keberuntungan yang lebih besar dari itu. Dan inilah sesungguhnya HARI RAYA SEJATI ketika seseorang mukmin memasuki surga. Subhanalloh!!!

Terhadap hamba Alloh yang berhasil memasuki Surga disambut oleh Alloh dengan sebutan, "Wahai jiwa yang tenang!”. Inilah PUNCAK HARI RAYA.

seorang hamba berhasil menemui Tuhannya, Alloh Subhanallohu wata’aladi dalam Surga sebagai kelompok yang Alloh perkenankan “masuk ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,” dan atas rahmat-Nya diperkenankan, "masuklah ke dalam surga-Ku.”

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ. ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِرَاضِيَةً مَرْضِيَّةً. فَادْخُلِي فِي عِبَادِي. وَادْخُلِي جَنَّتِي.

"Wahai jiwa yang tenang!' Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” QS. Al-Fajr : 27-30.

Siapa pun kita, orang yang mengaku beriman, apapun sebutan status formal keulamaan di masyarakat sekuler-liberal, hanya Alloh Yang Maha Tahu keistiqomahan iman yang berhasil menjaga energi ketaqwaan seorang Hamba kepada Tuhan-Nya, Alloh Subhanallohu wata’ala. 

Aqidah keimanan seseorang yang bebas dan jauh dari hubbuddun-ya, cinta dunia, menjadi pintu masuk amal yang mana sehingga mampu meloloskan dengan mendapatkan ridho Alloh Ta’ala. Paradigma ideal, adalah jika amal yang berlandaskan ilmu syar’i yang lurus mencerminkan ikhlas dan kesabaran untuk meniti perjalanan panjang dan berat itu sampai mendapatkan ridho Alloh, sambil bertahan dalam berkeinginan yang benar atau lurus (tsabat fi shohihul irodah) adalah ash-shirooth al-mustaqiem, jalannya para nabi, asy-syiddiqiin, ash-shuhadaai, wash-sholihiin. 

Ayyuhal ikhwah, jadi puncak hari raya sejati adalah pertemuan antara hamba dan Tuhannya di tempat Surga-Nya yang dijanjikan-Nya, ketika seorang hamba yang dalam keadaan ridho dan diridho Alloh Ta'ala, RODHIYATAN MARDHIYAH, masuk di dalam Surga-Nya, dan berhasil diterima untuk menghadap-Nya. Subhanalloh!!!

Astaghfirullohal ‘azhim

Allohumma shol’ala muhammad

اللَّهُمَّ أصْلِحْ لِي دِيْنِيَ الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي ، وَأَصْلِحْ لِي آخِرتِي الَّتيفِيهَا مَعَادِي ، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ ، وَاجْعَلِالمَوتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINIYALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII, WAASHLIH LII DUN-YAAYALLATII FIIHAA MA’AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTIILLATIIFIIHAA MA’AADII, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ’ALILMAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN.

"Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi pegangan urusanku, perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku, perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku, serta jadikanlah kehidupanku mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukan." [HR. Muslim, no. 2720]

YOUR REACTION?

Facebook Conversations