Menjadi yang terbaik,rumusnya adalah menang dan bahagia. Bagaikan sebuah pertandingan bola yang tersulit, hidup adalah kesempatan tanpa ada perpanjangan waktu, karena itu tidak boleh hasil seri, harus ada selisih goal kebaikan.

oleh: Maman El Hakiem

Dalam hidup ini ada detik detik waktu yang mendebarkan. Penentu yang mungkin membuat penyesalan atau kebahagiaan dalam hidup. Saat segala upaya harus dikerahkan untuk mampu menjadi pemenang. Sebagai seorang muslim harus memiliki target kemenangan, bukan bermain imbang atau malah kalah. "Antum adalah umat terbaik yang diciptakan di alam dunia!" Pesan yang harus dicamkan.

Menjadi yang terbaik,rumusnya adalah menang dan bahagia. Bagaikan sebuah pertandingan bola yang tersulit, hidup adalah kesempatan tanpa ada perpanjangan waktu, karena itu tidak boleh hasil seri, harus ada selisih goal kebaikan. Kekalahan dalam mengatur pola permainan sangat mempengaruhi hasil akhir. Untuk itu harus sering berlatih dan menjadikan tawakal sebagai pelecut semangat, bukan doping tapi maksimalnya potensi yang dikerahkan seiring tujuan amal yang harus mampu diraih.

Bagi seorang muslim sejati, makna menang dan bahagia, tidak lain ketika setiap perbuatannya mampu dijadikan sebagai bentuk keshalihan, dan arti bahagia itu sendiri ketika ridlo Allah SWT mampu diraih. Apa yang Allah SWT ridloi? Tidak lain dien Islam yang harus kita jalani. Standar baik dan buruk bagi seorang muslim adalah aturan perintah dan larangan yang harus berasal dari Allah SWT.

Segala bentuk ibadah yang kaifiyatnya telah ditentukan Allah SWT tidak boleh untuk diubah, baik dikurangi atau ditambahkan, karena perbuatan menambah atau mengurangi perkara rukun disebut bid'ah. Sedangkan dalam perkara ibadah yang tidak ditentukan kaifiyatnya, seperti anjuran memperbanyak doa atau dzikir, tidak bisa dijadikan bid'ah jika ada penambahan, tetapi doa yang terbaik tentu telah dicontohkan Nabi saw. Namun, sebagai sebuah permohonan, doa adalah senjata orang yang beriman. 

Di detik detik akhir bulan suci Ramadan harus banyak berdoa, terlebih saat injury time, waktu "sahar" harus perbanyak istighfar menjelang shubuh dan ashar saat pergantian hari. Setelah maghrib 1 Syawwal tutup sudah kesempatan meraih poin penuh Ramadan. Jika tidak banyak evaluasi diri, rasanya kebersamaan sebulan penuh dengan kehadiran bulan suci menjadi sia-sia.Banyaknya peluang meraih pahala berlipat selama Ramadan yang tidak bisa  dimanfaatkan, tentu karena kesalahan fatal menganggap lemah kekuatan hawa nafsu karena setan telah dibelenggu dan kurangnya latihan kesabaran sebelum bertanding.

Karena itu menciptakan goal saat injury time itu sangat penting. Karena ini bisa penentu keberhasilan kesempurnaan amal ibadah. Dalam sebuah hadis, amal seseorang itu tidak hanya dilihat dari niat, tetapi di hasil akhirnya. Merutinkan amal kebaikan akan menjadi kebiasaan dalam hidup pada akhirnya memberi peluang mendapatkan hasil akhir terbaik, husnul khotimah atau happy ending. Semoga Allah SWT mempertemukan kita di bulan suci Ramadan tahun depan. In syaa Allah.

Wallahu'alam bish Shawwab.*

YOUR REACTION?

Facebook Conversations