Harus saya ulang pertanyaan dua hari yang lalu, agar kita memliki kemantapan dalam bertindak. Kenapa sih kita wajib berjuang?

Jawabannya ini, tolong diingat, diperhatikan, difahami, dihayati dan dijadikan alasan paling kuat, saat kita berjuang.

Karena ummat Islam mempunyai amanah ajaliyah untuk menguasai bumi. 

Kok bisa? 

Masa sih? 

Anda mungkin tidak percaya bahwa alasan kuat itu ada. Bahkan anda termasuk manusia yang tidak amanah jika tidak melaksanakan ini. 

1. Allah menciptakan Adam sebagai Khalifah di bumi. Tolong diingat, Adam itu bertauhid dan menerima Wahyu serta agama dari sumber yang sama dengan Nabi Mulia Muhammad Shalallahu'alaihiWasalm. Artinya dari Nabi pertama dan Nabi Terakhir tugasnya sama yaitu menguasai dunia. 

2. Bumi ini hanya diwariskan kepada hambanya yang shalih. Anda manusia, anda Muslim dan anda orang Shalih? Maka anda adalah pewaris bumi ini. 

(وَلَقَدۡ كَتَبۡنَا فِی ٱلزَّبُورِ مِنۢ بَعۡدِ ٱلذِّكۡرِ أَنَّ ٱلۡأَرۡضَ یَرِثُهَا عِبَادِیَ ٱلصَّـٰلِحُونَ)

[Surat Al-Anbiya' 105]

Silahkan perhatikan petikan tafsir Ibnu Katsir dibawah ini : 

Allah Swt. berfirman, memberitahukan tentang apa yang telah dipastikan­Nya dan apa yang telah ditetapkan-Nya buat hamba-hamba-Nya yang saleh, yaitu kebahagiaan di dunia dan akhirat; di dunia dipusakakan-Nya bumi ini kepada mereka, selain kebahagiaan di akhirat nanti yang menjadi milik mereka.

 Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

{إِنَّ الأرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ}

sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-A'raf: 128)

{إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ}

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat). (Al-Mu’min: 51)

Dan firman Allah Swt.:

{وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ } الْآيَةَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya. (An-Nur: 55)

Selanjutnya Allah menyebutkan bahwa hal ini telah tertulis di dalam kitab-kitab syariat, juga takdir; hal ini pasti akan terjadi.

Dua alasan inilah yang mewajibkan ummat Islam wajib berjuang menguasai uang dan kekuasaan. 

Bisa jadi Anda rajin shalat, zakat, shaum dan haji, ingin ini baru pondasi. Ibarat bangunan ini baru cakar ayam, pondasi dan selup, belum disebut rumah jika belum ada tiang, tembok, jendela, atap dan segala hal yang melengkapinya.

Untuk mewujudkan keislaman anda dan anda tidak rugi, maka anda wajib melakukan 4 hal dalam satu tarikan nafas, yaitu beriman, beramal shaleh, berjuang menegakkan Al-hak dan konsisten dalam perjuangan sampai Islam menang atau anda menjadi syuhada. Urusan ini jelas ayatnya. 

(وَٱلۡعَصۡرِ ۝  إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ ۝  إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ)

[Surat Al-'Ashr 1 - 3]

Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Anda akan rugi dan menghadapi hisab yang panjang saat anda diam dan tidak terlibat dalam aktivitas perebutan kekuasaan dari orang kafir. 

Masa sih? Ini ayatnya : 

(قُلۡ یَـٰۤأَهۡلَ ٱلۡكِتَـٰبِ لَسۡتُمۡ عَلَىٰ شَیۡءٍ حَتَّىٰ تُقِیمُوا۟ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِیلَ وَمَاۤ أُنزِلَ إِلَیۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡۗ وَلَیَزِیدَنَّ كَثِیرࣰا مِّنۡهُم مَّاۤ أُنزِلَ إِلَیۡكَ مِن رَّبِّكَ طُغۡیَـٰنࣰا وَكُفۡرࣰاۖ فَلَا تَأۡسَ عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَـٰفِرِینَ)

[Surat Al-Ma'idah 68]

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan (Al-Qur'an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.” Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah engkau berputus asa terhadap orang-orang kafir itu.

Ini tafsirnya :

Al-Maidah, ayat 68-69

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَى شَيْءٍ حَتَّى تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (68) إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (69)

Katakanlah, "Hai Ahli Kitab, kalian tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kalian menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al-Qur’an yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian.” Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka, maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang kafir itu. Sesungguhnya orang-orang muk­min, orang-orang Yahudi, sabi-in, dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Allah Swt. berfirman kepada Nabi-Nya untuk mengatakan:

{يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَى شَيْءٍ}

Hai Ahli Kitab, kalian tidak dipandang beragama sedikit pun. (Al-Maidah: 68)

Yaitu sama sekali bukan sebagai pemeluk agama.

{حَتَّى تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ}

hingga kalian menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil. (Al-Maidah: 68)

Yakni hingga kalian beriman kepada semua apa yang terkandung di dalam kitab-kitab yang ada di tangan kalian, yang diturunkan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya, dan mengamalkan semua apa yang terkandung di dalamnya. Antara lain berisikan wajib beriman kepada Nabi Muhammad Saw. dan perintah mengikutinya, iman kepada kerasulannya serta menaati syariatnya. 

Jadi, ibadah apapun yang Anda lakukan wajib dalam frame perjuangan mengenakkan syariat dan ingat syariat tidak akan pernah bisa dihargai, dihormati dan dilaksanakan secara benar dan konsekwen, jika uang dan kekuasaan berada ditangan orang kafir. 

Semoga sampai sini anda faham, kenapa ummat Islam lemah dan tidak mampu menegakkan satu syariatpun, padahal ummat Islam bangsa Indonesia itu mayoritas dan dulu yang mengusir penjajah. 

Kenapa? Karena ummat Islam tidak menguasai uang dan kekuasaan. 

Untuk itu, maka wajibkan seorang mukmin berjuang, merebut uang dan kekuasaan dari tangan orang kafir. Ini amanat, ini kewajiban dan ini ma'dziroh dihadapan Allah. 

Anda rajin shalat, rajin Zakat, rajin, shaum dan sudah haji, namun anda tidak perduli pada nasib ummat Islam,  penegakkan syariat dan tidak menghalau musuh yang sedang mencengkram negerimu,  maka seluruh ibadah anda terdistorsi dan batal pahalanya. 

Kenapa?

Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat lebih hebat ibadah mahdhohnya dari anda, dan anda tahu bahkan Nabi dan para Shahabatnya hidup dalam frime perjuangan sampai akhir hayat. 

Semoga kita bisa mengambil pelajaran

Serang, 05 Juli 2020

YOUR REACTION?

Facebook Conversations