Masih dengan pertanyaan yang sama, Kenapa sih kita harus berjuang ?

Karena, dalam hidup ada teman dan ada musuh. Ada pro ada kontra. Ada cinta ada benci. Ada yang wajib dilindungi dan ada yang wajib mendapat hukuman.

Adam dan seluruh keturunannya, selamanya bermusuhan dengan Iblis dan semua keturunannya. 

(فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّیۡطَـٰنُ عَنۡهَا فَأَخۡرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِیهِۖ وَقُلۡنَا ٱهۡبِطُوا۟ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوࣱّۖ وَلَكُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ مُسۡتَقَرࣱّ وَمَتَـٰعٌ إِلَىٰ حِینࣲ)

[Surat Al-Baqarah 36]

Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.”

Dunia ini tidak sepi dengan permusuhan dan pertentangan. Sangat bodoh, tidak sesuai fitrah dan tidak cocok dengan realita sejarah, jika ada orang mengakatan bahwa dirinya tidak punya musuh. 

Musa dimusuhi Fir'aun, Ibrahim dimusuhi Namrud dan Muhammad dimusuhi Abu Jahal.

Ummat Nabi Muhammad shalallahu'alaihiwasallam dimusuhi oleh banyak fihak sejak lahirnya sampai hari kiamat. Musuh bebuyutan dan paling keras permusuhannya adalah Yahudi dan orang musyrik. 

(۞ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَ ٰ⁠وَةࣰ لِّلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱلۡیَهُودَ وَٱلَّذِینَ أَشۡرَكُوا۟ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقۡرَبَهُم مَّوَدَّةࣰ لِّلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِینَ قَالُوۤا۟ إِنَّا نَصَـٰرَىٰۚ ذَ ٰ⁠لِكَ بِأَنَّ مِنۡهُمۡ قِسِّیسِینَ وَرُهۡبَانࣰا وَأَنَّهُمۡ لَا یَسۡتَكۡبِرُونَ)

[Surat Al-Ma'idah 82]

Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.

Walaupun tidak persis namun sangat kuat personifikasi mereka adalah yang disebut Asing dan Aseng saat ini. Asing mewakili Yahudi Barat dan Aseng mewakili Musyrikin Timur. 

Ummat Islam bangsa Indonesia wajib tahu permusuhan mereka itu sangatlah kejam, tidak hanya menghabisi Harta dan kekuasaan ummat Islam atas bumi yang dipijaknya dimanapun ummat Islam berada, namun lebih dari itu, mereka tidak segan untuk mengurangi jumlah penduduk yang beragama Islam, baik dengan program pengurangan kelahiran anak atau program genosida atau pembunuhan. Mereka tidak segan untuk membunuh (memerangi) ummat Islam baik saat damai, apalagi di Medan perang. 

Perhatikan firman Allah ta'ala  ini : 

(یَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلشَّهۡرِ ٱلۡحَرَامِ قِتَالࣲ فِیهِۖ قُلۡ قِتَالࣱ فِیهِ كَبِیرࣱۚ وَصَدٌّ عَن سَبِیلِ ٱللَّهِ وَكُفۡرُۢ بِهِۦ وَٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ وَإِخۡرَاجُ أَهۡلِهِۦ مِنۡهُ أَكۡبَرُ عِندَ ٱللَّهِۚ وَٱلۡفِتۡنَةُ أَكۡبَرُ مِنَ ٱلۡقَتۡلِۗ وَلَا یَزَالُونَ یُقَـٰتِلُونَكُمۡ حَتَّىٰ یَرُدُّوكُمۡ عَن دِینِكُمۡ إِنِ ٱسۡتَطَـٰعُوا۟ۚ وَمَن یَرۡتَدِدۡ مِنكُمۡ عَن دِینِهِۦ فَیَمُتۡ وَهُوَ كَافِرࣱ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَـٰلُهُمۡ فِی ٱلدُّنۡیَا وَٱلۡـَٔاخِرَةِۖ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِیهَا خَـٰلِدُونَ)

[Surat Al-Baqarah 217]

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Silahkan lihat tafsir As-Sa'di dibawah ini : 

ثم أخبر تعالى أنهم لن يزالوا يقاتلون المؤمنين، وليس غرضهم في أموالهم وقتلهم، وإنما غرضهم أن يرجعوهم عن دينهم، ويكونوا كفارا بعد إيمانهم حتى يكونوا من أصحاب السعير، فهم باذلون قدرتهم في ذلك، ساعون بما أمكنهم

Sekali lagi saya tidak akan terjemahan agar para Kiyai dan ulama menterjemahkan sendiri. Bagi yang belum faham ini bocorannya: 

mereka berusaha mengerahkan seluruh kemampuan dan bekerja keras sekuat tenaga untuk memerangi ummat Islam sampai ummat Islam, murtadz atau paling tidak mengikuti cara berfikir, cara bersikap, cara bertindak dan hidup sesuai kebiasaan mereka. 

Sebagaimana firman Allah Ta'ala : 

(وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡیَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَىِٕنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَاۤءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِی جَاۤءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِیࣲّ وَلَا نَصِیرٍ)

[Surat Al-Baqarah 120]

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.

Oke, saya kira sudah jelas, apa alasan kita wajib berjuang. 

Untuk itu, ummat Islam jangan lengah dengan upaya dan usaha musuh. 

Satu lagi, kepada saudaramu sebangsa dan setanah air, segala dan seaqidah, jika Anda enggan berjuang, paling tidak jangan betfihak dan berdiri memperkuat musuh. Sebab perbuatan ini adalah munafik Asli. Inilah prilaku Abdullah bin Ubay bin salul. Dia muslim, dekat dengan Rasulullah dan biasa mengaku Islam, tapi aktivitasnya hanya untuk menipu ummat Islam dan membantu musuh melemahkan ummat Islam. 

Saya yakin bukan Anda orangnya, jika ia segera bertaubat. 

(إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِینَ فِی ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِیرًا ۝  إِلَّا ٱلَّذِینَ تَابُوا۟ وَأَصۡلَحُوا۟ وَٱعۡتَصَمُوا۟ بِٱللَّهِ وَأَخۡلَصُوا۟ دِینَهُمۡ لِلَّهِ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ مَعَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَۖ وَسَوۡفَ یُؤۡتِ ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ أَجۡرًا عَظِیمࣰا)

[Surat An-Nisa' 145 - 146]

Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman.

Sekali lagi, tidak ada perilaku kemunafikan yang paling berbahaya dalam diri seorang muslim, melebihi keberpihakan diri kepada musuh Islam. 

Serang, 04 Juli 2020

YOUR REACTION?

Facebook Conversations