Sudah satu pekan yang lalu hati saya terus merasakan dan Fikiran saya terus mencerna, situasi masyarakat Indonesia.

Segalanya sudah porak poranda, hancur-hancuran dan tak karu-karuan, saat melihat tata kelola Negara yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kerusakan ini terasa tidak wajar, tidak normal dan tidak bersumber dari internal bangsa Indonesia. 

Saya merasakan bangsa ini seolah sebuah hidangan  yang isinya berenaka jenis makanan, lezat-lezat, enak-enak dan sangat menggoda. 

Hidangan itu terasa asing bagi mereka yang sedang mengerumuninya.

Hidangan itu seolah-olah mengatakan :  

kami ada bukan untuk kalian, kami tidak akan mengeluarkan kenikmatan sesungguhnya dan kami juga tidak akan mengeluarkan keberkahan. 

Kalian menguasai kami, tapi  kami tidak hadir untuk kalian. Ini sebentar saja.

Hidangan itu seolah-olah meneriakkan : 

Kami menunggu pemilik sebenarnya, penikmat sesungguhnya dan pewaris sejati. Untuk mereka kami ada, kami diciptakan dan kami menjelma menjadi kenikmatan yang menggoda. 

Mata batin saya melihat dengan jelas, seolah-olah hidangan ini terus menerus berdoa, berharap dan sangat ingin segera diwarisi oleh pemilik Aslinya.

Hidangan itu tetap bertahan menunggu tuannya, walau kerusakan akibat tangan-tangan jahat, perampokan dan efek buruk maksiat begitu nyata nampak. 

Hidangan memberi tanda dan mengirimkan sinyal dan permintaan untuk ditolong dan segera diselamatkan. 

Semoga ummat Islam bangsa Indonesia sebagai pewaris Asli seluruh potensi dan kekayaan Tanah, air dan udara Indonesia, segera bangkit, berani dan mengusir para penjarah, begal dan perampok kekayaannya.

Marwah bangsa Indonesia tidak lepas dari Islam dan umatnya. Maka ummah tidak boleh diam hidangannya dikuasai, dirusak dan dimanfaatkan untuk maksiat, untuk menyembah selain Allah. 

Ummat wajib tampil, terutama ummat yang lahir di tahun 76-80 an. Mereka yang paling bertanggungjawab untuk mengembalikan Marwah bangsa Indonesia, bangsa pilihan Allah untuk bangkit melawan, menghancurkan dan meluluhkan musuh dunia internasional baik barat ataupun timur. 

Yuuu bangkit singkirkan benalu ummat Islam bangsa Indonesia, yaitu kapitalisme, komunisme dan liberalisme. Genggam erat Islam dan kemuliaannya. 

Hidup mulia atau mati syahid. 

Serang, 1 Juli 2020

YOUR REACTION?

Facebook Conversations