Kenapa sih kita harus berjuang?

Karena setiap orang pasti hamba dan setiap hamba pasti hidup untuk apa yang disembahnya.

Saya Hamba Allah maka saya juga hanya menyembah Allah. Menyembah Allah berarti faham apa keinginan Allah dari kita untuk-Nya, menyembah Allah berarti menyerahkan diri secara total untuk diatur oleh Allah. Menyembah Allah berarti patuh tanpa bertanya, terhadap setiap perintah dan larangan Allah.

Menyembah Allah berarti mengajak setiap makhluk untuk menyembah Allah. Menyembah Allah berarti menjaga membentuk, membangun dan menjaga eksistensi kelompok penyembah Allah. Menyembah Allah berarti menghilangkan semua penghalang untuk menyembah Allah. Menyembah Allah berarti berusaha untuk membesarkan kemampuan ekonomi dan politik para penyembah Allah. Menyembah Allah berarti mengecilkan, mengkerdilkan atau bahkan menghentikan setiap kesempatan untuk tumbuhnya kekuatan para penyembah selain Allah. 

 Orang lain. Ya orang lain. Sekali lagi saya katakan ada orang lain, selain saya dan orang yang seiman bersama saya. Berarti mereka adalah para penyembah selain Allah, mempunyai aktivitas seperti saya. Itu pasti terjadi. 

Mau bukti?? 

(وَٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِیَاۤءُ بَعۡضٍۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةࣱ فِی ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادࣱ كَبِیرࣱ)

[Surat Al-Anfal 73]

Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.

Perhatikan tafsir ayat ini : 

Makna firman Allah Swt.:

{إِلا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ}

Jika kalian (hai para muslim) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar (Al Anfal : 73)

Yaitu jika kalian tidak menjauhi orang-orang musyrik dan tidak melindungi orang-orang mukmin, pasti akan terjadi fitnah di kalangan manusia, yakni kekeliruan dalam urusan dan percampuran antara orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Akhirnya terjadilah kekacauan dan kerusakan besar yang meluas di kalangan umat manusia.

Atau perhatikan tafsir As-Sa'di di bawah ini : 

لما عقد الولاية بين المؤمنين، أخبر أن الكفار حيث جمعهم الكفر فبعضهم أولياء لبعض فلا يواليهم إلا كافر مثلهم‏.‏ وقوله‏:‏ ‏﴿‏إِلَّا تَفْعَلُوهُ‏﴾‏ أي‏:‏ موالاة المؤمنين ومعاداة الكافرين، بأن واليتموهم كلهم أو عاديتموهم كلهم، أو واليتم الكافرين وعاديتم المؤمنين‏.‏ ‏﴿‏تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ‏﴾‏ فإنه يحصل بذلك من الشر ما لا ينحصر من اختلاط الحق بالباطل، والمؤمن بالكافر، وعدم كثير من العبادات الكبار، كالجهاد والهجرة، وغير ذلك من مقاصد الشرع والدين التي تفوت إذا لم يتخذ المؤمنون وحدهم أولياء بعضهم لبعض‏.‏

Saya sengaja tidak menterjemahkan tafsir As-Sa'di diatas, InsyaAllah para ulama dan kiyai faham. 

Sekedar bocoran saja dari maksudnya sebagai berikut: 

Orang kafir itu sesama mereka saling bantu membantu, saling tolong menolong dan saling menguatkan satu sama lain. 

Lalu Allah mengancam, jika ummat Islam tidak melakukan apa yang Allah perintahkan untuk saling membantu, saling tolong dan saling menguatkan, maka akan muncul fitnah atau bahaya besar. 

Diantaranya bahaya itu adalah kehidupan orang beriman menjadi rusak karena bercampurnya kekuatan ekonomi dan kedigdayaan politik antara orang kafir dan mukmin. Sehingga rusaklah banyak kemurnian ibadah dan muamalah secara merata. 

Buktinya seperti Bangsa Indonesia hari ini, mayoritas muslim akan tetap 80% kekayaan dikuasi oleh Asing dan Aseng, bahkan lebih mengerikan lagi bahan konsumsi nilai kehalalannya tak terkendali. Sebab 80% sumber pangan dikuasai orang kafir. 

Semoga saya faham dan anda juga faham, pentingnya kenapa kita harus berjuang. 

Barokallahu Fiikum

Serang, 03 Juli 2020

YOUR REACTION?

Facebook Conversations