Meralat ummat yang wajib tampil saat ini, bukan hanya dari yang lebih tahun 76-80an. Ini salah tulis, maksud hati menulis angka 66 - 80 an. Ini angka produktif ummat Islam bangsa Indonesia yang wajib tampil mengambil alih kendali perjuangan.

Tidak penting generasi ini menjadi apa atau sebagai apa, tuntutan kepada mereka hanya satu, yaitu ambil kendali perjuangan dan bertanggungjawab memenangkan Islam sampai menjadi Rahmat Lil Alamin.

Usia tertua anda adalah 54 tahun, usia kematangan yang sangat tepat untuk menanggung banyak beban. Usia dimana teladan kita Rasulullah SAW menunjukkan kekuatannya untuk menentang setiap Tirani, menggoyangkan, merobohkan,  menghancurkan dan mengganti dengan keadilan Islam. 

Beliau lantang menyuarakan perlawanan. Beliau menyuarakan Tauhid dan meredam kesyirikan. Beliau meneriakkan kembali kepada fitrah dan pergi menjauhi penyimpanan dari fitrah manusia. Beliau menggelorakan cinta pada menyembah hanya kepada Allah saja dan mematikan setiap alasan dari tradisi menusia menyembah manusia. Beliau menguatkan ummat agar tetap Istiqomah diatas jalan Islam sampai dunia dalam genggaman ummat Islam. 

Indonesia. Ya Indonesia. Adalah sebuah bangsa yang kata para ulama abad ini menyimpulkan, yaitu sebuah bangsa yang belum diberi kesempatan memimpin dunia dalam sejarah ummat Islam. Mereka para ulama memprediksi bahwa dari ummat Islam bangsa Indonesia ini, muncul generasi terbaik abad ini untuk menjadi kekuatan ummat Islam dunia. 

Saya tidak tau alasan para ulama itu apa? Yang pasti tanda-tanda itu ada. Pertarungannya sudah dimulai. Bekalnya sangat berlimpah dan modal ummat Islamnya beraneka ragam. Semua kesesuaian dari dugaan itu nyata dan ada. 

Saya lahir tahun 70 dan sekarang usia 50 tahun, Alhamdulillah sudah lama menyuarakan perlawanan terhadap kedzaliman, kini paling tidak lewat catatan Pagi Ki Iding Banten ini. 

Saya bahagia saat bisa melawan kemiskinan dan melemahkannya, sehingga ummat mandiri dan serba berkecukupan baik secara individu ataupun kolektif. 

Saya bahagia saat bisa melawan kelemahan peran politik ummat dan menguburnya dalam-dalam, sehingga ummat Islam mulai sadar bahwa Indonesia, bahasa Indonesia dan bangsa Melayu wajib tampil merebut kekuasaan, mengendalikan masyarakat dan menata ummat untuk berperan aktif dalam menebar Rahmat Allah. 

Saya bahagia saat saya berceramah menemani ummat menemukan jati dirinya. Saya bahagia saat turun ke jalan mengambil  para ulama, kiyai dan masyarakat  untuk menegakkan  amar Ma'ruf dan nahi mungkar. Saya juga bahagia saat diberi kesempatan untuk mengurangi angka perceraian kelurga akibat salah menata rumah tangga. 

Pokoknya saya bahagia saat berperan dan memberi banyak manfaat. Itu saja. 

Lebih bahagia lagi jika  alumni satu almamater di SD, SLTP, SLTA dan di Perguruan Tinggi sama-sama berjuang bersama saya. 

Sangat bahagia lebih dari segalanya, saat saya yakin berada diatas jalan dan prinsip hidup mulia atau mati syahid. 

Yuu ah.. aku dan kami harus ambil peranan. Singkirkan Aseng dan asing perusak dari bumi Indonesia. 

Serang, 02 Juli 2020

YOUR REACTION?

Facebook Conversations