Oleh: Ki Iding (KH Hafidin, S.Ag)

(۞ وَمَا مِن دَاۤبَّةࣲ فِی ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَیَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلࣱّ فِی كِتَـٰبࣲ مُّبِینࣲ)

[Surat Hud 6]
Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Setiap membaca ayat ini, bagi seorang muslim layak untuk tersenyum, melepas ketakutan dan enjoy. Sebab bagi seorang muslim ayat ini adalah jaminan bahwa hidupnya di dunia saat ini pasti diberi Rezeki dan saat pagi ia masih dibangunkan oleh Allah, berarti Rezeki hari itu sudah ada dan siap saji. 

Enjoy saja. Jalani saja. Selesaikan saja. Fokus pada kesibukan yang bernilai kebaikan. 

(ٱلۡمَالُ وَٱلۡبَنُونَ زِینَةُ ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَاۖ وَٱلۡبَـٰقِیَـٰتُ ٱلصَّـٰلِحَـٰتُ خَیۡرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابࣰا وَخَیۡرٌ أَمَلࣰا)

[Surat Al-Kahfi 46]

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Ngotot pada keinginan dunia itu berefek kepenatan, kelelahan dan kepayahan, lebih baik enjoy saja, fokus pada ibadah wajib dan meningkatkan multi memberi manfaat. 

Ikhiar??? Enjoy saja. Jangan ikhtiar sebelum Tawakkal. Sebab setelah Azzam itu bukan ikhitar tapi Tawakkal. 

( فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِینَ)

[Surat Ali 'Imran 159]

Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.

Jika ikhtiar itu buah dari tawakal maka hidup lebih enjoy. Nih coba renungkan. Manusia itu awalnya tidak tau apa-apa, tidak bisa berbuat apa-apa dan lemah berhadapan dengan semesta. Yang memberi mata, telinga dan hati, ya Allah, lalu dia tau apa-apa. Itu juga ditolong oleh manusia yang lain. Jadi Aslinya tak berdaya untuk tahu apa-apa. Tahu hanya karena dikasih dan dibantu. Jadi rumusnya dikasih dan ditolong. Itulah manusia. 

Untuk itu, Tawakkal dulu baru ikhtiar. Lebih jelas lagi begini. 

Minta ditolong, minta petunjuk, minta arahan, minta bimbingan, minta tuntunan, minta ditemenin dan minta ditolong sampai akhir pencapaian. 

Jika total Tawakkal, artinya membiarkan Allah mengarahkan hati,pfikiran, sikap, perkataan, perbuatan dan Servomekanisme sesuai fungsinya. Biarkan Allah yang memilihkan semuanya. Percaya saja, enjoy saja, fokus saja pada kecendrungan hati dan laksanakan saja kecendrungan fitrah. 

Contoh, 1 pekan yang lalu, salah satu anakku ada masalah dengan syaraf di tubuhnya, dia kesakitan dan tegang, nangis hampir sepanjang malam. Sebagai terapis PAZ aku coba berbagai cara agar reda dan sehat kembali, termasuk merukyahnya. Namun solusi belum berhasil. Akhirnya aku keluarkan jurus pemungkas, yaitu total Tawakkal. 

Aku bilang kepada Allah, ya Allah, Engkau Maha Tahu anakku sakit dan menderita, aku ikhlas dan Ridla atas gangguan, hambatan dan masalah yang ditimbulkan akibat sakitnya anakku ini. Ya Allah aku pasrahkan kepadamu untuk penyembuhannya. Aku Ikhlas , aku pasrah ya Allah. 

Lalu, anakku yang tadinya tidur ditubuhku, kemudian aku rebahkan di kasur dan aku pandangi sekujur tubuhnya, sambil mengulang-ngulang ayat :

(ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَ ٰ⁠طَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ)

[Surat Al-Fatihah 6]

Tunjukilah kami jalan yang lurus

Mulut terus-menerus mengucapkannya, hati pasrah, fikiran menunggu sinyal dan sekujur tubuh siap siap digerakkan. Alhamdulillah, dengan cepat hati yakin, fikiran positif dan tangan bergerak melakukan aktifitas memberi terapi dan Alhamdulillah perubahan positif terjadi. 

Alhamdulillah, malam hari anakku baung air besar banyak sekali, badannya panas dan sudah reda sakitnya. Alhamdulillah.

Rumus total Tawakkal buahnya ikhtiar, lebih mudah untuk enjoy dari pada Total Ikhtiar dan setelah mentok, baru Tawakkal. 

Jadi, menghadapi Ramadhan 1441 H, Corona dan ketidakpastian arah kebijakan pemerintah, enjoy saja. Gunakan Rumus Total Tawakkal, belajar Tawakkal secara teori dan praktek, latihan Tawakkal. Jika butuh temen diskusi tentang total Tawakkal, boleh saja hubungi aku. InsyaAllah, Allah yang menguatkan aku untuk membantu temen-temen. 

Intinya, Hamba tidak layak  mengambil pekerjaan Tuhan, apalagi merampas otoritas-Nya. 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations