Nadi berdenyut-denyut atas perintah Allah untuk kita. Berlaku kepada manusia yang taat atau juga yang durhaka, yang syukur atau juga kepada yang kufur.

Nikmat Allah yang tak dirasa kehadirannya dalam diri kita adalah nikmat denyut nadi. Padahal, nadi kita selalu berdenyut sebagai tanda masih ada kehidupan.

Ada diantara kita yang selalu ingat nikmat nadi ini? 

Jika ada maka saya katakan, anda ahli bersyukur. Saya yakin anda terbiasa mengucapkan Alhamdulillah. Sebab saat Anda sadar kehadiran nikmat denyut nadi , maka mulut anda pasti akan sontak bergerak mengucapakan Alhamdulillah. 

Bahagia orang yang kesadarannya selalu hadir. Sebab ia akan banyak bersyukur kepada Allah. Sebab terlalu banyak hal yang masih belum disyukuri, yang diantaranya adalah denyut nadi. 

Air, udara dan darah mengalir dalam tubuh semua itu nikmat dari Allah. Semua bergerak tanpa perintah kita dan bukan keinginan kita. Itu nikmat yang hadir tanda diminta, tanpa disadari dan tanpa kemauan kita. Hadir sebagai potensi dan kekuatan kita, dari Allah langsung. 

Nadi berdenyut-denyut atas perintah Allah untuk kita. Berlaku kepada manusia yang taat atau juga yang durhaka, yang syukur atau juga kepada yang kufur. 

Barangkali ada diantara kita yang merasa kasih sayang Allah berkurang, padahal kasih sayang Allah selalu hadir tanpa dia sadari. Dia hanya merasa berkurang dari apa yang dia inginkan bukan yang dia butuhkan. 

Seluruh kebutuhan manusia sudah terpenuhi. 

(وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغۡنَىٰ وَأَقۡنَىٰ)

[Surat An-Najm 48]

dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.

Bahagia menulis pagi ini, karena menjadi sebab saya sadar, masih banyak yang belum saya syukuri. 

Serang, 07 Juni 2020

YOUR REACTION?

Facebook Conversations