Jika bandul semakin berat, berati Tantangannya berat dan kuat. Ini gambaran sangat jelas bahwa untuk melewati ujian yang dahsyat, manusia membutuhkan bandul yang paling relevan.

Tulisan ini seharunya sudah rampung sebelum jam 06.00, namun sayang jam segitu masih ditengah laut dan sinyal masih ngebleng, ga ada sinyal dan tidak bisa nulis dengan perahu yang diombangi ambing ombak. 

Alhamdulillah sebelum Maghrib sudah tiba di rumah, shalat Maghrib, wirid malam dan bisa nulis juga. 

Mancing. 

Pengalaman baru dan sangat berkesan. Banyak pelajaran yang didapat. Daya tahan tubuh, olah fikiran, olah rasa dan olah fisik, agar tetap bisa menikmati, mengikuti dan tidak mabok laut. 

Saya juga belajar memancing  melihat, bertanya dan mencoba. Selin itu juga mencoba memahami hikmah dibalik mancing. Sebab saya yakin setiap aktivitas manusia yang bersentuhan dengan alam semesta, pasti ada hikmah didalamnya. 

Mancing bersentuhan dengan banyak hal. Air, ombak, angin, perahu, Anak buah kapal, kapten kapal, alat pancing, perlengkapan pendukung dan tentunya watak dan karakter pecinta mancing. 

Sedikit saja saya sajikan dalam tulisan ini soal mancing. Pancing itu paling tidak ada gagang pancing, senar, pelepas senar, penarik senar, bandul, kail dan umpan. 

Kita bahas disini bandul saja. Kenapa dalam mancing ada bandul. Ini sangat penting. 

Bandul itu beban agar kail dan umpan tenggelam ke dasar laut dan disergap ikan. Bandul pancing yang dibuat dari timah bermacam-macam ukuran, bentuk dan berat. Semua berkaitan dengan arus air. Jika arus air tidak deras, maka bandul secukupnya dan tidak terlalu berat. Namun jika air itu arus itu arusnya deras, maka bandulnya berat. Bertambah kencang arus maka bandul semakin berat. Ini menarik dan menjadi perhatian utama saya saat memang kemarin dan tadi malam sempai tadi siang. 

Jika bandul semakin berat, berati Tantangannya berat dan kuat. Ini gambaran sangat jelas bahwa untuk melewati ujian yang dahsyat, manusia membutuhkan bandul yang paling relevan.

Mari kita lihat dalam sejarah, semakin berat beban seseorang pada masa awal perjuangan, maka sesungguhnya dia sebab disiapkan menjadi manusia yang relevan untuk tantangan sudah disiapkan. 

Maknanya, kapan saja anda ditimpa ujian dan dibebani dengan beban berat, maka bahagialah, sebab bandul seberat apapun yang anda tanggung, pasti menjadi latihan yang relevan untuk tantangan masa depan dari wasilah keseuksesan. 

Realitasnya, saat tadi sore dan malam dengan aliran air deras, kami mendapatkan ikan lebih besar dari pada saat rus air cendrung lebih tenang dan kurang tantangan. 

Wallahu A'lam.

Serang, 30 Mei 2020

YOUR REACTION?

Facebook Conversations