Oleh: Ki Iding (KH Hafidin, S.Ag)
Tadi malam melalui WhatsApp aku diingatkan oleh seorang shahabat soal beratnya meneruskan pembangunan Ma'had di masa sulit seperti sekarang ini, yaitu kesulitan dari efek-efek negatif wabah Corona.
Freepik.com

Beliau hanya sekedar mengingatkan, Alhamdulillah. 

Pemicu dari munculnya nasihat itu, karena aku tetap melaksanakan program rutin menjembatani para tukang di kampungku tetap ada aktivitas usaha di bulan Ramadhan. Sebab sudah jadi kebiasaan bagi para tukang itu, diterkam kesulitan keuangan saat bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan banyak orang yang menahan diri untuk meneruskan pembangunan rumahnya. 

Alhamdulillah, aku memberi jawaban, bahwa krisis itu aslinya tidak ada. Yang ada adalah pindahnya kemakmuran ke tempat lain, ke daerah lain atau ke orang lain. 

Sebab Alhamdulillah, krisis 1998 saat banyak pengusaha lajn bangkrut, justru saat itu perusahaanku sedang tumbuh dan membesar. Alhamdulillah. Contoh lainnya banyak. 

Oleh karena itu, saat ini juga, yaitu saat Krisi efek dari sisi negatif Corona aku masih tetap melanjutkan program. Aku yakin kemakmuran akan tetap hadir dan dihadirkan oleh Allah, untuk aku dan Ma'hadku, sesuai kehendak-Nya. Asal:

1. Aku yakin, bahwa Allah Raja diraja, Allah Maha kuasa atas segala sesuatu dan Allah Maha memudahkan segala urusan. 

2. Aku Husnudzon, bahwa Allah selalu baik kepadaku, selalu hadir mempermudah urusanku, selalu membimbing langkahku, selalu punya cara menjadikan aku mencapai apa yang aku inginkan, sepanjang untuk ketaatan kepada-Nya. 

3. Aku Tawakal kepada Allah dan siap diarahkan oleh Allah disetiap area pencapaian. 

4. Aku Ikhtiar imani dan ikhtiar Ilmi secara maksimal. Yaitu Total bergantung hanya kepada Allah dan memanfaatkan ilmu yang Allah berikan sebelumya dalam mencapai kesuksesan. 

Alhamdulillah, nasehat sang Shahabat tadi, menjadi berkah bagi aku, karena aku diantarkan oleh Allah untuk menjelaskan diri-Nya yang memiliki nama dan sifat Al-Malik (Masih Mengenal Allah melalui Surat An-Naas). 

Begitulah, keyakinan seorang Mu'min, bahwa Allah itu raja, Maha kuasa dan ditangan-Nya segala kekuasaan. Allah hadir dalam keseharian kita sebagai penguasa alam semesta, menghapus dan menetapkan takdir harian kita, mengambil dan memberikan kekuasaan kepada siapa yang Allah kehendaki, mengurangi dan menambah Rizki, mengampuni dan mengazab, mengabulkan doa dan menahannya, menambah dan mengurangi umur serta lain sebagainya.

Jika dalam pembahasan Rububiyah Allah tentang desain atau tata aturan komplit tentang alam semesta, maka dalam pembahasan Mulkiyatullah, Allah hadir menyaksikan pelaksanaan, kontroling, menilai dan memberikan reward dan punishman untuk seluruh makluk-Nya. 

Jadi Allah tidak hanya membuat Sunnah Kauniyah untuk alam semesta dan menurunkan Wahyu atau syariat untuk Manusia, lalu Allah nganggur, tidur atau mati. Oh tidak. Allah tetap hidup, hadir, melihat, menyaksikan, membegi hidayah, menuntun, membimbing, mengarahkan, memberi nilai, mengingatkan, membalas dan mencatat semuanya untuk pertanggungjawaban di kehidupan sebenarnya bagi alam semesta dan manusia yaitu Akhirat. Inilah sisi Mulkiyatullah yang wajib difagami. 

Untuk itu, manusia tidak boleh merasa lepas kendali dari Allah, sehingga saat diberi kekuasaan dia dzalim, saat ditutupi kesalahannya ia  terus berbuat dosa, saat diberi kemudahan dia terlena  dan saat sehat dia lupa bersyukur. Sebab Allah adalah Raja Yang Maha mengontrol seluruh kehidupan manusia. 

Alhamdulillah, semoga pembahasan tentang Allah adalah Raja atau Malik serta konsep dasar Mulkiyatullah pada alam semesta dan manusia, sudah bisa difahami oleh kita semua. 

Aku bahagia bisa bangun diawal pagi dan menyelesaikan tulisan ini.

Aku lebih bahagia, saat Allah memahamkan kepada siapapun hamba-Nya, melalui tulisan ini, bahwa Allah itu raja Diraja dan memiliki Mulkiyatullah.

Aku lebih bahagia lagi, jika siapapun yang Allah fahamkan meyakininya, beramal Islam lebih baik dan menjadi tetangga aku di Surga. 

وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين


Serang, 26 April 2020

YOUR REACTION?

Facebook Conversations