Isu komunisme hanyalah pengalihan bagi rezim untuk menghalangi tegaknya kembali sistem dan peradaban Islam. Islam digambarkan buruk, padahal Kapitalisme sekulerlah yang lebih radikal dan berbahaya

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih

Institut Literasi dan Peradaban

Banyak pendapat pro dan kontra seusai Gatot Nurmantyo mengungkap alasan dirinya dicopot dari jabatan Panglima TNI. Dan karena semasa masih menjabat sebagai Panglima TNI, menginstruksikan jajarannya untuk memutar kembali film Pengkhianatan G30SPKI.

Hal itu mendapat tanggapan dari Ilham Aidit, putra keempat mendiang Ketua CC PKI DN Aidit. Menurut dia, sudah tidak merasa heran lagi, isu kebangkitan PKI itu memang selalu dikoar-koarkan oleh pihak tertentu setiap tahunnya, khususnya ketika memasuki bulan September.

Ilham Aidit berpendapat bahwa semua yang terjadi itu bukan tanpa sebab. Dengan mewajibkan pemutaran  film Pengkhianatan G30SPKI pada era 80-an hingga 90-an, menjadi modal bagi Presiden Soeharto memberikan penjelasan tentang tragedi 65 versinya sendiri. Film tersebut disponsori pemerintah orba dengan anggaran Rp 800 juta. Dan menjadi propaganda paling sukses pemerintahan Soeharto kala itu.  Sekaligus mampu memberi efek traumatik yang luar biasa pada generasi berikutnya( idtoday.co, 25/09/2020).

Ilham Aidit sendiri meragukan ihwal adannya kebangkitan PKI di era kekinian. Menurutnya tidak ada lagi ruang di dunia. Meski, masih ada beberapa negara di Eropa yang menganut paham tersebut. Terlebih Indonesia , negara yang paling khawatir akan adanya partai komunis. 

Apa yang disebut Ilham bisa jadi ada benarnya. Namun tak urung harus diakui memang masih ada pihak-pihak yang memancing di air keruh, memanfaatkan trauma besar bangsa ini untuk meraih keuntungan bagi diri dan kelompoknya. 

Pihak itu jelaslah berasaskan sekulerisme sebab selain mengaitkan dengan kemungkinan kebangkitan PKI juga menghalangi munculnya pendapat yang mengajak kepada penerapan syariat Islam. Penguasa hari inipun sama dengan rezim pada masa pemerintahan Soeharto, berusaha menyudutkan Islam seakan lebih berbahaya dari komunis itu sendiri. 

Dengan sepihak mengkriminalkan semua ajaran dan simbol bagi agama mayoritas di dunia ini. Padahal perbedaannya sangatlah jauh, Islam berasal dari Wahyu Allah SWT, Pencipta langit dan bumi, sekaligus Yang Mengatur semua ciptaanNya. Mereka seolah mengalihkan kepada bahaya yang sebenarnya yaitu kapitalisme-sekuler.

Para pemeluknyalah yang sudah tega menjual kekayaan negara, korup harta rakyat, terus berutang, terus menerus membuat susah rakyat, tak peduli nyawa rakyat, musuhi ulama dan Islam, semua yang haram mereka halalkan demi segelintir elit pemilik modal dan lingkaran oligarki politik. 

Secara alamiah memang berbagai sistem akan dipergilirkan oleh Allah SWT, sebagaimana sejarah. Juga kelak akan berulang, maka dari itu jika mengingat betapa sejarah kaum Muslim adalah yang terbaik sepanjang sejarah manusia, tentu menjadi keharusan bagi kita generasi hari ini untuk terus mempelajari sejarah, agar semakin besar kerinduan kita dalam menjemput janji Allah sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nur; 24:55 yang artinya:

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” 

Dengan Islam jelas semua paham yang bertentangan dengan fitrah manusia akan hancur. Negara akan ditata dengan sebuah sistem yang sempurna , jauh dari syahwat dan keterbatasan manusia. Wallahu a'lam bish showab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations