Oleh: Lilik Yani (Ibu Peduli Generasi)
Kondisi pandemi Corona masih mencekam. Banyaknya berita di televisi menambah ketakutan. Jumlah penderita terinfeksi virus Corona atau Covid-19 semakin meningkat.
Freepik.com/berkahstudio

Semakin prihatin melihat kondisi rumah sakit yang kekurangan APD (Alat Pelindung Diri), Padahal para tenaga medis itu di garda terdepan yang harus menolong pasien dan berpotensi besar untuk tertular. Belum lagi melihat banyak pasien tak mendapat tempat tidur karena sudah penuh.

Melihat berita di televisi, hati emak semakin ciut. Belum lagi melihat lingkungan sekitar rumah. Masyarakat masih banyak keluar rumah. Para bapak masih sibuk bekerja dengan alasan mencari makan anak istri. Para ojek online masih berseliweran di jalan. Sebagian kantor masih buka terutama yang berurusan dengan layanan umum. 

Para ibu yang masih antri belanja di warung sayuran. Bahkan anak-anak yang mulai bosan di rumah, satu persatu main keluar hingga memancing teman-temannya untuk ikut main bersama. Sayang rumah kami di dalam gang, jadi lepas dari pantauan Satpol PP yang bertugas menciduk anak-anak sekolah yang keluar saat jam pelajaran.

Emak jadi geram nich. Karena mereka main tak jauh dari rumah emak. Hingga si adik mendengar dan terpancing ingin keluar. Beruntung kemarin adik sudah mendapat pencerahan dari sang kakak, bahwa pada kondisi tak aman seperti ini bisa menambah banyak penularan virus Corona yang berbahaya itu.

Apalagi adik sudah ada kegiatan baru sebagai selingan. Usai mengerjakan tugas sekolah, dia sedang kursus privat memainkan musik harmonika dengan kakak sulung. Alhamdulillah teralihkan, sudah tak tergoda bermain di luar dengan teman-teman karena kondisi sedang darurat.

Hanya saja teman-teman ada yang masih memanggil-manggil adik. Mengingatkan agar nanti berangkat sholat bersama ke masjid. Emak tahu kalau kondisi darurat wabah, maka shalat Jumat ditiadakan. Diganti shalat Dzuhur seperti biasa di rumah. Maka emak yang keluar untuk menjawab ajakan teman-teman adik.

"Anak-anak sholih, kok main di luar? Bukankah sekarang masih jam belajar di sekolah?" tanya emak

"Kita libur tante. Pelajaran dan tugas dikerjakan di rumah. Kami sudah mengerjakan kok, Tante. Karena bosan dikurung terus di rumah. Jadilah kami janjian keluar rumah. Sekalian janjian untuk berangkat sholat Jumat bareng ke Masjid." jawab Budi, teman adik yang fisiknya tinggi besar itu. 

'Anak-anak, sekarang kondisi sedang tidak aman. Semua masyarakat disuruh stay at home, alias harus berada di rumah. Kalaupun ada urusan keluar, itu hanya untuk keperluan penting, belanja keperluan makan, berobat. Itupun dalam keadaan memakai alat pelindung diri seperti masker. Tidak boleh seperti kalian yang keluar rumah, berkeliaran untuk bermain tanpa pelindung diri.

Anak-anak, segera pulang ke rumah masing-masing ya. Jika ketahuan petugas Satpol PP, kalian akan ditangkap. Karena anak-anak berkeliaran di jam pelajaran sekolah. Walaupun pelajaran dipindahkan di rumah bersama orangtua, tapi jika ada anak sekolah berkeliaran di jam pelajaran, maka akan ditangkap dan dikembalikan ke rumah orangtuanya." kata emak panjang lebar untuk memahamkan anak-anak seusia anak bungsu emak.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations