Kalaulah protokol kesehatan memasuki new normal di sekolah benar-benar dilaksanakan, akankah hal tersebut dapat dijalankan dengan baik oleh anak-anak?

Oleh: Nur Aulia Risqi

Dunia pendidikan nampaknya sedang mengalami dilema besar ditengah wabah Covid-19 ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI memang telah menyatakan Tahun Ajaran Baru 2020 / 2021 akan tetap dimulai pada 13 Juli 2020 ini, meski belum diputuskan secara jelas tahun ajaran baru nanti akan dilaksanakan secara tatap muka atau pembelajaran jarak jauh. Wacana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah membuka sekolah pada wilayah zona hijau dengan persyaratan mengikuti protokol kesehatan dan social distancing. Sedang pada daerah zona kuning dan merah akan tetap dilaksanakan pembelajaran secara daring. 

Kemendikbud kini tengah merancang panduan assessment yang berisi syarat dan mekanisme pembukaan sekolah di zona hijau tersebut. Pemerintah mengatakan akan dilakukan assessment secara ketat dan berorientasi keamanan dunia pendidikan. Pemerintah Daerah harus betul-betul memastikan bahwa tidak ada kasus covid-19 di wilayah tersebut sebelum membuka sekolah. 

Dilansir dari detik.com (8/6/2020), “Untuk daerah zona merah, oranye, dan kuning, siswa tetap belajar dari rumah. Hanya sekolah di daerah zona hijau yang boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka, dengan protokol kesehatan yang ketat," kata pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Hamid Muhammad. Terkait masuk sekolah kapan untuk daerah zona hijau, Hamid mengatakan harus menunggu pengumuman dari pemerintah. Kegiatan belajar-mengajar dengan tatap muka di sekolah memerlukan instruksi lebih lanjut.

Kebijakan tersebut tentunya membuat kebingung dan keraguan bagi penyelenggara pendidikan dalam mengambil langkah untuk menyambut tahun ajaran baru ini. Sikap ini menegaskan sejatinya pemerintah tidak punya arah kebijakan yang jelas mengenai penyelenggaraan pendidikan ditengah wabah ini. Kalaulah protokol kesehatan memasuki new normal di sekolah benar-benar dilaksanakan, akankah hal tersebut dapat dijalankan dengan baik oleh anak-anak? Bisakah anak-anak tertib memakai masker sepanjang pembelajaran di sekolah? Dan bisakah orangtua maupun guru menjamin anak-anak akan disiplin mengganti masker setiap empat jam pemakaian atau setiap kotor dan basah? Tentulah hal tersebut akan sangat sulit.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations