Oleh: Ust. Zarochman
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Istiqomah, sabar dan tegar dalam mengikuti kebenaran
Foto: Freepik.com

Ayyuhal ikhwah rohimani warohima humulloh,  Hidup dan kehidupan di dunia meskipun tak seberapa dibandingkan kehidupan di akhirat adalah perjalanan panjang nan berat, karena setidaknya disinilah, didunia ini kita mengumpulkan bekal untuk perjalanan yang selam-lamanya di akhirat hingga ajal tiba. Jadi jelas bukan sekedar main-main, justru kebaikan itulah yang diupayakan yaitu jalan kebenaran, ash shirooth al mustaqiem, bersumber wahyu Alloh.

Dalam ummul kitab, QS. Al-Fatihah, bahwa petunjuk kebenaran itu bagi orang yang dianugerahi nikmat Alloh, ’Shirootholladziina an’amta ‘alaihim’, yaitu mereka yang mentaati Alloh dan petunjuk Rosul-Nya, maka mereka ini tergolong orang yang mulia keadaan dan kemampuannya dan mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat Surga oleh Alloh, adalah para nabi, shiddiqin, yaitu orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rosul, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang sholeh diantara orang yang beriman. Dan mereka inilah teman yang sebaik-baiknya didalam Surga. Sebagaimana firman-Nya, 

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

”Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” QS. An-Nisa : 69

Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah, berkata ; “Wajib atas kalian untuk mengikuti jalan PETUNJUK (Kebenaran) meskipun sedikit orang yang menempuhnya, dan Jauhilah jalan kesesatan, meskipun banyak orang-orang yang binasa (karena mengikuti kesesatan).” (Imam Asy-Syathibi di dalam kitab Al-I'tishoom I/183, An-Nawawi di dalam Al-Majmu'). 

Ini menunjukkan kepada kita beberapa pelajaran penting, diantaranya, bahwa para pengikut kebenaran itu sangat sedikit sebagaimana halnya para Penghuni Syurga lebih sedikit daripada para penghuni Neraka.... Sedangkan para pengikut Kesesatan, Kemaksiatan, Kemusyrikan dan Kekafiran itu jauh lebih banyak sebagaimana halnya para Penghuni NERAKA.... Sebagaimana Firman Nya; 

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) KEBANYAKAN dari bangsa Jin dan Manusia,  Mereka mempunyai HATI,  tetapi tidak dipergunakannya. untuk Memahami Ayat-ayat Allah dan Mereka mempunyai. MATA, tetapi tidak di-Pergunakannya untuk Melihat tanda-tanda Kekuasaan Allah, dan Mereka mempunyai  TELINGA, tetapi tidak di-Pergunakannya untuk Mendengar Ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti Binatang ternak, bahkan mereka lebih Sesat lagi. Mereka itulah Orang-orang yang LALAI." ( QS Al A'raf : 179 ).

Ayyuhal ikhwah!, Kebenaran itu adalah apa saja yang datang dari Alloh di dalam Al-Quran, dan dari Rasululloh Shallallahu alaihi wasallam didalam Sunnah nya... Sebagaimana Firman Nya;

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

"Kebenaran itu dari Tuhan mu, maka janganlah sekali kali engkau termasuk orang2 yang RAGU."  (QS Al Baqaroh : 147 )

Lalu firman-Nya yang sama ini sebagai penegasan, diulang pada ayat dalam Surah yang lain, sebagai berikut,

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

"Kebenaran itu dari Tuhan mu, karena itu janganlah sekali kali engkau termasuk orang2 yang RAGU." ( QS Ali Imran : 60 ).



YOUR REACTION?

Facebook Conversations