Oleh: Ust. Zarochman
Cermin untuk Mengaca Diri dan Berhati-hatilah.

سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

المؤمن مرآة أخيه، والمؤمن أخو المؤمن؛ يكف عليه ضيعته، ويحوطه من ورائه

“Seorang Mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin yang lain. Dia tidak merusak harta miliknya dan menjaga kepentingannya.” (Hasan) Ash Shahihah (6/923): [Abu Dawud: 40-Kitab Al Adab, 49-Bab Fin Nashihah].

Cermin adalah tempat berkaca; melihat sosok diri sendiri dari pantulan bayangan yang ada di cermin. Pada cermin, kita bisa melihat sosok diri kita yang sebenarnya, tanpa dikurangi atau ditambah-tambahi. Kita tidak dapat mengingkari apa yang ditampilkan cermin tentang kita. Ia berkata jujur tentang diri kita. Begitu juga sebaliknya, jika cermin itu berdebu atau kotor, kita pasti bersedia untuk membersihkannya, sehingga kita dan cermin sama-sama tampil bersih dan enak dipandang.

Hendaknya setiap Muslim berlaku seperti cermin, yaitu bersikap jujur terhadap saudaranya sesama Muslim. Ia akan mengatakan salah jika memang melakukan kesalahan, dan ia akan mengoreksinya dengan memberi nasihat-nasihat yang membangun serta mengajaknya kembali ke jalan yang benar. 

Adapun jika saudaranya melakukan kebenaran, ia akan mendukung. Begitu juga sebaliknya, jika ada saudaranya memberikan nasihat kebajikan kepadanya, ia mau menerimanya dengan senang hati. Dengan demikian, hidup akan menjadi indah, penuh harmoni, dan pengertian. Dari cermin pula, kita bisa memperbaiki penampilan kita yang kita nilai kurang. Adapun jika ada kelebihan atau sesuai dengan harapan kita dalam hal penampilan, kita bersyukur karenanya.

BACA JUGA:

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, hendaklah setiap Muslim mengaca diri dengan mengambil pelajaran dari saudaranya sesama Muslim.  Adapun jika ia dalam posisi yang berbuat maksiat, hendaklah ia berkaca pada orang-orang yang saleh dan melihat sisi kebaikan yang ada pada diri mereka, sehingga dengan begitu ia termotivasi untuk bertobat dan melakukan kebaikan. 

Jika ia melihat saudaranya mempunyai kelebihan dalan hal ilmu atau kesalehan, hendaklah ia termotivasi untuk meneladaninya, atau bahkan melebihinya karena berlomba-lomba dalam kebaikan adalah dianjurkan.

Suatu ketika Nabi bersabda, ''Nanti akan datang seorang calon penduduk surga.” Kemudian datanglah seorang laki-laki yang penampilannya biasa-biasa saja. Lalu ada seorang sahabat yang memberanikan diri untuk meminta izin menginap di rumah laki-laki tersebut.  Malam demi malam sahabat ini memperhatikan, ternyata tidak ada amal istimewa yang dilakukan oleh laki-laki itu. 

Kemudian pada hari ketiga, sahabat ini bertanya kepada laki-laki itu, apa yang membuatnya dinilai sebagai calon penduduk surga oleh Nabi. Setelah berpikir keras, laki-laki itu kemudian menjelaskan bahwa setiap sebelum tidur ia selalu memaafkan kesalahan saudara-saudaranya sesama Muslim.

Apa yang dapat kita petik dari kisah tersebut? Ternyata, para sahabat selalu mengaca diri pada sahabat-sahabatnya sesama Muslim. Jika ada kelebihan, mereka meneladaninya. Jika ada kekurangan, mereka beristighfar semoga tidak terjerumus ke dalam hal yang sama dan berusaha menasihati saudaranya itu. 

Dari semua itu hendaknya kita selalu bercermin dengan keteladanan Nabi paling mulia di segala zaman, berperilaku tegas terhadap yang memusuhi Islam, lemah lembut kepada orang beriman, pemaaf suka bermusyawarah, bertawakal kepada Alloh, itulah Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam sebagai teladan yang baik, beliau memiliki akhlaq yang agung, berbudi pekerti yang luhur, sebagaimana firman Alloh,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh”. QS. Al-Ahzab :21

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” QS  Al-Qalam : 4.

Maha Benar Alloh Yang Maha Agung dengan segala firman-Nya.

.....in syaa Alloh atas rahmat dan karunia-Nya kalajengaken bagian berikutnya...(7)

Astaghfirullohal azhim

Allohumma sholi’ala muhammad

Ya Alloh karuniakan kebaikan bagi hamba dalam menjalani kehidupan yang masih tersisa ini dengan petunjukMU

Ya Alloh kami mohon ampunan-Mu bila kami telah berbuat kesalahan dan ampuni kami bila kami lupa dan lindungi kami dari kesalahan

Ya Alloh dalam sisa umur kami selalu mohon petunjuk dalam berkeyakinan dan beramal sebagai kunci kehormatan bagi kami

Ya Alloh jadikanlah sisa umur ini untuk meniti kehidupan yang senantiasa lebh baik

Ya Alloh beri kami petunjuk yang memperjelaskan salah itu memang salah lindungi kami dari berbuat salah

Ya Alloh beri kami petunjuk yang benar itu benar dan mudahkanlah kami menjalani kebenaran itu yang menjadikan taufiq demi menjalani kebaikan seterusnya

Ya Alloh, karuniakan kebaikan hamba di dunia yang merupakan tempat hamba menjalani hidup.

Ya Alloh karuniakan kebaikan akhirat bagi hamba yang merupakan tempat hamba kembali..

Ya Alloh jadikanlah kematian sebagai kebebasan hamba dari segala keburukan

Aamiin.


Sendang Indah, Kota Semarang, Selasa pagi, 3 Desember 2019

YOUR REACTION?

Facebook Conversations