Oleh: Atina Sofiani
Siapa yang tidak mengenal khilafah, dulu khilafah menjadi sesuatu yang asing di mata publik. Publik bertanya-tanya, apa itu khilafah? Sebuah partaikah? Atau apa?
Foto: Pixabay

Tapi sekarang ide khilafah menjadi sebuah sorotan, baik di kalangan masyarakat maupun pemerintahan. 

Ide Khilafah menjadi sebuah ide yang mengancam bagi negara, itu menurut pendapat sebagian orang. Khilafah dianggap sesuatu yang menakutkan, sesuatu yang pantas di singkirkan, dienyahkan, dimusnahkan bahkan dianggap membawa kemunduran bagi Negara dan Masyarakat.

Dilansir di sebuah media NU Online menganggap ide khilafah membawa kemunduran bagi Bangsa. 

Salah satu dampak buruk dari konsep khilafah yang tidak disadari oleh berbagai kalangan adalah hilangnya sebagian hak demokrasi sebagai warga negara, sebagaimana yang terjadi saat ini. Pada akhirnya sistem khilafah hanya akan menyebabkan kemunduran bagi sebuah bangsa.

 “Kalau ideologi khilafah itu dibiarkan berkembang, partisipasi masyarakat dalam politik akan sangat dibatasi. Karena sejarah khilafah yang baik, hanya pada masa Abu bakar, Umar, dan separuh pemerintahan Ustman bin Affan. Selebihnya sudah dimiliki dinasti atau kerajaan, kekuasaan ada pada khalifah, dan rakyat tidak memiliki peran. Ini (Khilafah) jelas kemunduran dalam kehidupan bernegara di zaman moden ini,” ujar Guru Besar Fakultas Ilmu Tabiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Prof Dede Rosyada, Kamis (19/9).

Pada tahap selanjutnya, kata Dede, jika ideologi tersebut dibiarkan tumbuh dan berkembang akan mengakibatkan apatisme di kalangan masyarakat. Karena semua hal akan diatur oleh negara yang memiliki ideologi khilafah. Dalam keadaan demikian ‘kaku’ masyarakatnya juga akan memiliki keterbatasan untuk melahirkan karya (Nu.or.id)

BACA JUGA:

Pemikiran-pemikiran dan opini semacam ini terjadi saat sistem yang sudah bercokol dalam kehidupan kita terus diemban. Sebuah sistem dimana semua urusan publik dipisahkan oleh agama. Dimana segala macam urusan negara tidak boleh disangkutpautkan dengan agama. Ya, sistem itu adalah sistem demokrasi, sistem rusak yang menjauhkan pemikiran umat tentang agama Islam merupakan sebuah ideologi, dimana al-quran dan as-sunah hanya sebagai bacaan bukan sebagai suatu syariat yang harus diterapkan.

Jadi wajar saja, jika pemikiran-pemikiran asing itu melahirkan suatu opini yang menentang ajaran Islam. Karena pemikiran mereka itu bukan pemikiran Islam, hal yang lumrah bagi mereka untuk menolak ajaran Islam seperti Khilafah, menganggap Khilafah tidak pantas untuk ditegakan dengan opini-opini negatif mereka. Padahal mereka tidak melihat, bahwa sejarah Khilafah itu begitu mencengangkan, begitu memukau dan pantas diacungkan jempol. 

Bagaimana tidak, selama 13 abad Islam memimpin dunia, 2/3 luas dunia dikuasai oleh Islam, dipimpin oleh seorang Khalifah, dan hidup harmonis didalam sistem kehidupan Islam yakni Khilafah yang didalamnya diterapkan aturan-aturan sang Pencipta.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations